John Wempi Wetipo Siap Bangun Papua Dalam Lima Cluster

0
4
John Wempi Wetipo, saat diwawancara. (istimewa)

John Wempi Wetipo,
saat diwawancara. (istimewa)
Terungkap Dalam Pemaparan Saat Mengikuti Fit and Propertest Partai Golkar

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bakal Calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW) mengikuti fit and propertest yang digelar DPD Partai Golkar Papua di kantornya, Senin (17/7), yang mana dalam kesempatan tersebut memaparkan akan siap membangun Papua yang lebih baik kedepan.

Setidaknya, tiga panelis yang dihadirkan Partai Golkar Papua, yakni dua dari akademisi Uncen Jayapura dan internal Partai Golkar.

Dalam fit and propertest yang berlangsung hampir 1 jam ini, JWW sapaan akrab dari John Wempi Wetipo ini mengakui jika para panelis sempat mempertanyakan soal keamanan, kebijakan pembangunan infrastruktur di Papua, keberpihakan terhadap masyarakat Papua dan soal pendidikan di Papua.

Terkait hal itu, JWW sempat memaparkan visi misinya untuk menjadi gubernur Papua periode 2018 – 2022. Bahkan, JWW mengakui jika sudah punya konsep untuk membangun Papua yang lebih baik ke depan.

Hanya saja, JWW lebih fokus untuk membangun Papua dengan membagi dalam lima cluster pembangunan.
“Saya hanya menjelaskan secara garis besar bahwa Papua itu kita melakukan pemetaan potensi, tapi secara garis besarnya kita akan membangun Papua dalam lima cluster pembangunan untuk percepatan pembangunan Papua ke depan, agar konsep pembangunan Papua ini secara menyeluruh, tapi demi kepentingan masyarakat Papua ke depan,” kata JWW kepada wartawan.

Untuk itu, pihaknya akan membagi dalam lima cluster, yakni cluster Papua 1 yakni Tanah Tabi diantaranya Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan Mamberamo Raya, cluster Papua 2 yakni wilayah adat Anim Ha diantaranya Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Mappi, cluster Papua 3 yakni wilayah adat Saireri, clsuter Papua 4 wilayah adat Laa Pago dan cluster Papua 5 yakni wilayah adat Mee Pago.

Lebih lanjut, pihaknya akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian rakyat.

“Ini supaya tahu program pembangunan, karena wilayah di Papua ini berbeda-beda, ada pegunungan, pesisir sehingga kita lakukan pemetaan ini untuk mempercepat proses pembangunan Papua ke depan yang jauh lebih baik,” jelasnya.

Apakah visi misi itu sesuai yang diinginkan Partai Golkar? JWW mengatakan pihaknya memiliki komitmen dan keseriusan untuk membangun Papua.

“Golkar memang tidak menyatakan bahwa itu tidak sejalan, tapi berdasarkan apa yang saya sampaikan, mereka menyatakan memang ini komitmen dan keseriusannya membangun Papua, ya saya sampaikan ya itu konsep saya,” katanya.

Apalagi, para panelis Partai Golkar menilai berdasarkan pengalamannya ia menjabat sebagai Bupati Jayawijaya selama dua periode.

“Tadi politisi senior Partai Golkar, Jan L Ajomi, mengakui jika pembangunan yang ada di Wamena dan beliau juga harapkan jika Tuhan berkenan jika saya terpilih ke depan, ya konsep pembangunan di Wamena itu, bisa dibawa untuk membangun Papua secara keseluruhan. Ya saya mengaminkan saja, kalau memang proses itu saja. Saya tidak mengatakan saya sukses, tapi rakyat yang mengatakan,” jelasnya.

Yang jelas, kata kader PDI Perjuangan, semua orang punya hak untuk hidup di atas tanah ini, tapi memang proteksi Orang Asli Papua itu penting, namun selama ini banyak orang hanya bicara saja, padahal rakyat butuh sesuatu dan tindakan yang nyata.

JWW berharap dari hasil pemaparan visi misi atua fit and propertest itu, menjadi catatan bagi DPD Partai Golkar Papua untuk diteruskan kepada DPP Partai Golkar untuk mengeluarkan rekomendasi bagi calon yang akan diusung partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Bagi saya, siapapun yang akan diberi rekomendasi, yang jelas kita akan siap menerima apapun keputusannya, karena saya pikir tadi juga disampaikan kita harus menghadap para ‘dewa’ di Jakarta, karena mereka akan memutuskan,” katanya.

Setelah itu, imbuh JWW, Partai Golkar akan melakukan survey di lapangan untuk melihat para calon untuk pertimbangan juga bagi golkar untuk memberikan rekomendasi. (Rambat /Koran Harian Pagi Papua)