Bupati Keerom Terima Penghargaan Mangggala Karya Kencana

0
70
Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH.Ph.D di Pendopo Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (14072019). (istimewa)

Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH.Ph.D di Pendopo Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (14072019). (istimewa)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bupati Kabupaten Keerom, Drs. Celsius Watae, MH menerima penghargaan Mangggala Karya Kencana (MKK) dari Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Pendopo Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat malam (14/07/2017).

Bersama Celsius, 24 kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) lainnya pun ikut menerima penghargaan yang sama karena dinilai sukses dan memiliki dedikasi tinggi terhadap program kependudukan dan KB di daerahnya masing-masing.

*Putra Papua lain yang ikut menerima penghargaan dari BKKBN yakni Drs. Yohanes Rahail, M.Kes, Ketua Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Papua.

Dosen Universitas Cenderawasih ini menyabet penghargaan Wira Karya Kencana, bersama dr. Agung Julipriohadi, MARS (Operator Vasektomi Syifa Medical Center, DKI Jakarta) dan dr. Hendro Boedhi Hartono,Ketua Pusat Pelatihan Klinik Primer (P2KP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala BKKBN, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH.Ph.D, didampingi Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo dalam acara bertajuk Malam Penganugerahan Penghargaan Program Kependudukan KB dan Pembangunan (KKBPK). Acara yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV Lampung ini dihadiri Plt. Sekjen Kemendagri RI, Drs. Hadi Prabawo MM, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Erni Guntari Tjahjo Kumolo, sejumlah gubernur dan bupati/walikota, dan para kepala perwakilan BKKBN dari 34 provinsi di Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si. dan Ibu berpose dengan Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH dan ibu dan Drs. Yohanes Rahail, M.Kes usai menerima penghargaan. (istimewa)

Kepala BKKBN Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH.Ph.D dalam sambutannya mengatakan, penghargaan yang diberikan pada acara Harganas XXIV Lampung ini sebagai momentum yang tepat untuk memicu dan memacu semangat bagi seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui keluarga yang berkualitas.

*“Sejak 29 Juni 1993, untuk pertama kalinya Harganas dirayakan di Lampung. Maka perayaan Harganas XXIV di Lampung adalah acara Harganas kedua kalinya. Tema kita “Dengan Hari Keluarga Nasional Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan” hendaknya menjadi perhatian seluruh elemen bangsa, terutama para kepala daerah untuk membangun kualitas manusia Indonesia ke depan,” kata Surya.

Keluarga yang berkarakter yang dimaksud, lanjut Surya, berpatok pada delapan (8) fungsi keluarga yaitu agama, cinta kasih, reproduksi, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, perlindungan dan fungsi lingkungan. “Jika kedelapan fungsi ini dilakukan dengan baik, maka akan menciptakan keluarga yang berketahanan, yang mampu menciptakan seorang anak yang berkualitas,” katanya.

*Menurut Surya, Indonesia harus menggaungkan kembali program KB yang sejak 1970-2000, diklaim sukses. Sukses karena mampu menurunkan angka kelahiran total rata-rata jumlah anak per wanita dari 5,6 anak pada tahun 1970 menjadi 2,6 anak pada awal Reformasi.

“Targetnya adalah 2,1 dimana itu adalah penduduk tumbuh seimbang, tapi kita masih di angka 2,6. Mudah-mudahan hasil survei Demografi Kesehatan Juli 2017, hasilnya sudah turun jadi 2,3. Karena itu malam ini, kami ajak semua kepala daerah di Indonesia agar bersama-sama singsingkan lengan baju bersama BKKBN untuk pembangunan manusia Indonesia melalui program kependudukan dan keluarga berencana,” kata Surya

Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si bersama Duta Genre Papua (Istimewa)

Surya juga menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bonus demografi di tahun 2012-2030, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Artinya, jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan sisanya, 30 persen, adalah penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun ).

Diakui, dilihat dari jumlahnya, kata Surya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara nonproduktif hanya 60 juta. Bonus demografi ini akan membawa dampak sosial-ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk non produktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.

“Oleh karena itu, kita harus menyiapkan keluarga yang berkarakter melalui revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Jokowi. Manusia Indonesia harus berkarakter, agar tidak menjadi kuli di negeri sendiri dengan memegang nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong,” tegas Surya. (GMR)