Semester I, Polda Papua Tangkap 125 Pengedar Narkotika

137
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, saat berikan keterangan pers. (Roy)

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kama, saat berikan keterangan pers. (Roy)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepolisian Daerah Papua dan jajarannya berhasil menangkap 125 pengedar narkotika dari 96 kasus yang terungkap selama semester I pada tahun 2017.

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kama, Jumat (14/7/2017) di ruang pers Polda Papua.

Kamal menjelaskan dari 125 tersangka yang ditangkap, setidaknya ada 10 orang warga Papua New Guinea (PNG) yang diamankan saat memasok narkotika jenis ganja dari daerahnya.
“Penanganan narkotika mengalami kenaikan dari tahun 2016 semester I, dimana pihaknya berhasil mengungkap 91 kasus dan mengamankan 112 tersangka,” jelasnya.

Mantan Wakapolres Depok itu menyatakan para pengedar narkotika yang ditangkap rata-rata berusia produktif, diantaranya berusia 25-40 tahun.

“Peredaran narkotika di Papua saat ini bukan saja jenis ganja yang berasal dari PNG, tetapi narkotika jenis sabu yang berasal dari Makassar Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Kamal menegaskan dari jumlah 96 kasus yang terungkap, tentunya menjadi bekal bagi kepolisian untuk terus menghentikan peredaran narkotika ke seluruh daerah di Papua.

“Pengawasan mulai dari laut, darat dan pintu masuk melalui jalur udara kami perketat. Bahkan pintu masuk dari jalan-jalan tikus di wilayah perbatasan PNG khususnya di wilayah Keerom dan Kota Jayapura, menjadi perhatian anggota dilapangan,” ujarnya.

Kamal menambahkan agar pihak tokoh agama, tokoh masyarakat dan di dunia Pendidikan, untuk terus melakukan sosialisasi bahaya dalam penggunaan narkotika, sehingga generasi massa depan bangsa ini bisa terselamatkan dari bahaya obat-obat terlarang. (jrp / Koran Harian Pagi Papua)