Rekrutmen Anggota MRP Tidak Memihak SDM Nduga

0
3
Tokoh Intelektual Kabupaten Nduga, Wene Tabuni. (Ema)

Tokoh Intelektual Kabupaten Nduga, Wene Tabuni. (Ema)
WAMENA (LINTAS PAPUA) – Tokoh Intelektual Kabupaten Nduga, Wene Tabuni menyayangkan dan situasi dan cara perekrutan anggota MRP khusus Kabupaten Nduga tidak memiliki nilai keberpihakan kepada putra asli Nduga.

“Selaku Intelektual Nduga saya hanya bisa sampaikan bahwa perekrutan yang dilakukan MRP sama sekali tidak ada keberpihakan bagi kami Putra Nduga,” jelas Wene belum lama ini saat ditemui di Wamena.

Dijelaskan, selama ini ada belum ada yang berasal dari Kabupaten Nduga yang mewakili masyarakat dalam MRP, kalau memang ada mereka yang duduk bukan benar-benar berasal dari KAbupaten Nduga.

Dikatakan, jika MRP merupakan keterwakilan masyarakat Kultur, seharusnya orang-ornag yang duduk didalamnya harus diambil dari kabupaten asal, sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, dilihat dari ketinggian pesawat . (Eveeerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Soal MRP yang kemarin di umumkan, menurut saya bermasalah di mana perwakilan orang Nduga tidak ada sama sekali, padahal masih banyak sarjana maupun intelktual lainya yang bisa masuk di MRP,” kata Wene.

Menurutnya, sudah banyak SDM dari Kabupaten Nduga yang bisa duduk di dalam MRP untuk dapat langsung mewakili masyaraatnya di Kabupaten Nduga.
“Namun dari pengamatan yang terjadi selama ini, orang-orang yang duduk di dalam merupakan keterwakilan yang dipilih dari daerah lain yang hanya mengatasnamakan masyaraat Nduga,” tandasnya. (Ema)