Rebut Satu Poin, Perseru Berhasil Bermain Imbang Lawan Persipura 2 – 2

0
3
LAPANGAN MANDALA KOTA JAYAPURA. (Eveerth Joumilena /HPP)

Suasana Ricardhino yang di percayakan mengambil bola finalti gagal memasukan bola ke gawang Perseru di lapangan Mandala, Rabu (12/7/2017). (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Persipura harus puas bermain imbang saat menghadapi saudara mudanya Perseru Serui dengan skor 2-2, pada pertandingan lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka 2017, yang berlangsung di Stadion Mandala Selasa sore (12/7/2017).

Ketika wasit Novari Ikshan Arilaha meniup pluit tanda pertandingan di mulai, Perseru yang ingin mencuri poin dari Persipura langsung tampil menyerang ke daerah pertahanan tim berjuluk mutiara hitam. Pemain-pemain Perseru yang di komandani oleh mantan striker Persipura Lukas Mandowen tampil cukup baik.

Serangan demi serang dari anak-anak Perseru membuahkan hasil manis, di mana dari hasil kerjasama yang cukup apik, striker Perseru Silvio Escobar Benitez, membuka kran gol dengan sepakan kerasnya pada menit ke 9, ke gawang Persipura yang di kawal Yoo Jae Hoon. Gol itu di sambut semua pemain Perseru.

Tuan rumah Persipura yang sudah ketinggalan, mencoba untuk bangkit menyerang Perseru, Prisca Womsiwor yang menain menusuk dari sisi kiri, menerobos masuk ke pertahanan Perseru yang dijaga Boman BI Irje Aime di repot. Boman harus melanggar Prisca di areal terlarang wasit Novari langsung menunjuk titik putih dan memberikan kartu kuning kepada Boman menit ke 36.

Suasana Pertandingan Persipura menghadapi Perseru di Lapangan Mandala, harus puas berbagi satu poin. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Ricardhino yang di percayakan mengambil bola finalti gagal memasukan bola ke gawang Perseru, sehingga Persipura gagal menyamakan kedudukan. Pertandingan babak pertama harus berakhir dengan keunggulan sementara Perseru 1-0.

Memasuki babak kedua, Perseru kembali menekan tuan rumah, permainan yang di peragakan anak-anak Kota kembang Serui ini, sempat buat Richardo Salampessy harus bekerja keras. Menit ke 57 Mariando Uropmabin kembali mencetak gol sehingga Perseru unggul sementara 2-0. Richardino harus di tarik keluar oleh Wanderley pada menit ke 58, memasukan Yanpiter Nasadit.

Masuknya Yanpit membawa perubahan, Persipura yang terus di tekan langsung keluar dari tekanan pemain Perseru. Ian Kabes berhasil membuat gol ke gawang Perseru yang di jaga Sukasto Efendi menit ke 60. Perseru harus menarik keluar Lukas Mandowen dan memasukan Arthur Bonay, agar bisa mempertahankan keunggulan.

Persipura langsung mengambil alih penguasaan bola dan, tampil menyerang ke gawang Perseru, beberapa kali peluang emas tercipta, namun sayangnya tidak ada gol yang tercipta. Persipura menyamakan kedudukan lewat kaki Prisca Womsior menit 63. Wanderley harus menarik kaluar Ferinando Pahabol dan Boaz Solossa, memasukan Ricky Kayame serta Izack Wanggai.

Perseru juga memasukan amunisi tambahan dari kubu mereka, Septinus Alua di tarik keluar oleh Agus Yuwono, dan memasukan Petrus Paiton Towolom. Hasil imbang 2-2 ini bertahan hingga akhirnya wasit Novari Ikhsan meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tidak ada gol tambahan lagi yang tercipta.

Pelatih Perseru Serui Agus Yuwono mengatakan, Persipura adalah tim bagus tim yang sangat luar biasa, namun anak-anak bermain cukup baik di pertandingan hari ini.

“Kita menerapkan kounter attack dan hasilnya cukup dan anak-anak berhasil mencetak goldan sempat unggul 2-0, tapi di balas tim Persipura. Tapi ini sudah maksimal, hasil luar biasa untuk kita tim Perseru memang di posisi klasemen sangat jauh sekali,” tuturnya.

Di tanya terkait sudah unggul 2-0 namun tidak bisa di pertahankan. Agus Yuwono mengaku, sebetulnya anak-anak hanya kurang konsentrasi sehingga Persipura bisa membuat gol. Sehingga mentalitinya menurun, sehingga kita lambat untuk mengikuti irama permainan Persipura.

“Kita bersyukur bisa mendapatkan satu poin di sini, dan ini sebagai modal untuk menghadapi pertandingan kita Perseru selanjutnya menghadapi tuan rumah Semen Padang nantinya,” ungkapnya.

Pemain Perseru Arthur Bonay mengaku, hasil pertandingan sore ini menghadapi tuan rumah Persipura, kita sudah bermain cukup bagus namun tidak bisa pertahankan keunggulan. “Ini juga sebagai rencana dari pelatih untuk saya masuk di babak kedua. Kebetulan juga saya belum terlalu prima untuk memainkan pertandingan full,” ucapnya.

Pertandingan derby ini, juga yang selama saya alami di mana kaka lawan adik. Derby Papua memang selalu panas. Bukan hanya kami Perseru saja tetapi dulu waktu masih ada Persiwa pun juga sama derby Papua selalu panas dan tensinya tinggi.

Pelatih Persipura Wanderley Machado da Silva Junior mengatakan, pertama kita harus meminta terimaksih kepada Tuhan, kepada kita tim Persipura. Memang kita tidak mendapatkan hasil yang kita inginkan. Tetapi dari sisi motivasi pemain, mereka bisa membalas gol.

“Memang hasil ini kurang memuaskan, tetapi apapun hasilnya kita harus bersyukur kepada Tuhan. Kita masih mempunyai pertandingan untuk hari Minggu. Kami harus melupakan pertandingan hari ini dan mulai berpikir untuk meghadapi pertandingan berikut,”ucap Wanderley.

Kami memang bermain ikutv irama dan gaya bermain mereka di awal-awal babak pertama. Kita memang tidak punya kombinasi pasing, kita banyak bermain umpan-umpan bola jauh kedepan sehingga hilang kombinasi dari kita.

Memang kami di buat kejutan, dengan gol indah yang di ciptakan striker mereka, kita tidak press sehingga mereka bisa melepaskan tendangan dengan keras. Tapi saya percaya tim bermain dan pasti akan bisa membalas gol. Babak kedua kita harus bekerja ekstra keras. Kita berhasil hasil dan hasilnya kita tidak kalah dan masih bisa mendapatkan satu poin.

“Sesuai target kita memang harus menang, namun ini hasil akhir kita tetap harus bersyukur karena masih bisa mendapatkan poin. Kita harus kembali fokus menghadapi pertandingan berikut dan ini tidak muda karena kita harus melawan Arema Malang. Kami tau tidak muda untuk bermain di sana harus bersyukiur kita berharap semua berjalan lancar, sehingga fokus bagaimana untuk bisa memenangkan pertanidngan,”ungkap Wanderley.

Yanpit Nasadit mengaku pertandingan hari ini, sudah cukup baik, strategi yang sudah di berikn tim pelatih memang sangat baik, sehingga saya harus diturunkan di babak kedua, karena semua pemain juga harus mendapatkan kesempatan bermain. “Puji Tuhan, hasilnya juga baik, untuk itu kita sudah harus fokus kedepan untuk menghadapi Arema nanti,” akunya.

Sementara itu tim Persipura akan berangkat menuju Surabaya, Kamis (13/7) pagi ini, untuk laga menghadapi Arem Malang Minggu (16/7). (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)