Loyalis Siap Mati Bela Lukas Enembe

1
473
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., dalam sebuah wawancara.. (Eveerth Joumilena/LintasPapua.com)

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH. (Eveerth Joumilena/LintasPapua)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua DPC Demokrat Kabupaten Tolikara, Benny Kogoya nyatakan siap mati membela Gubernur Lukas Enembe.

Pernyataan itu disampaikan Benny sebagai tanggapan terkait ditetapkannya Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana Pilkada di Tolikara oleh Penyidik Sentra Gakkumdu Provinsi Papua.

“Sebagai loyalis Lukas Enembe, kami siap mati jika ada yang sentuh Lukas,” tegas Benny kepada wartawan di Rumah Kopi, Rabu (12/7/2017) malam.

Ia bahkan mengancam, akan merusak Kota Jayapura, jika pihak yang berani ‘pegang’ atau ‘sentuh’  Ketua DPD Partai Demokrat Papua tersebut.

“Kita akan bikin rusak kota ini, jika ada yang sentuh beliau, kita sudah terbiasa mati dan kami tidak takut dengan hal itu,” tegasnya sembari mengaku pihaknya tetap menghormati proses hukum.

Hanya saja, proses hukum yang dimaksudkan jangan ada unsur kepentingan dibelakang. Ia menilai  penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka, sarat kepentingan politik. Ia mengaku prihatin, lantaran kasus tersebut terkesan dipaksakan.  Apalagi kasus tersebut telah dua kali ditolak oleh kejaksaan tinggi.

“Saya melihat ada kepentingan Kapolda dan memaksakan kehendak dan juga muatan politik. Apalagi perkara sudah di tolak oleh kejaksaan tinggi,” katanya

Melihat kondisi politik secara nasional, Loyalis Lukas Enembe ini mengatakan kejadian yang sebenarnya, kehadiran Lukas Enembe di Kanggime kapasitasnya sebagai ketua partai, bahkan indikasi seperti yang sebut-sebut ‘rasis’ menurutnya tidak ada nuansanya.

Foto//Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe, SIP, MH saat berfoto selfi mengabadikan momen fenomena alam terjadi di Lapangan Cenderawasih Biak disela-sela Deklarasi Lukas Enembe sebagai Calon Gubernur Papua periode 2018-2023 dari Partai Demokrat, Rabu (17/5/1017). (Istimewa)

“Itu bukan rasis tapi pernyataan jadi diri, dan bukan nuansa rasis, karena tidak ada bahasa membedakan satu suku manapun,” jelasnya.

Ia mencermati, dari sisi politik ada persaingan yang sengaja di lakukan oleh pihak tertentu, untuk menjatuhkan Lukas Enembe agar calon lain dapat naik.

“Intinya jangan samakan politik Papua dengan Jakarta, kalau kasus Ahok di paksakan, jangan lakukan itu di Papua. Perkara Pemilukada ada batas waktunya, apalagi Kejaksaan katakana kasus ini sudah kadaluarsa, jadi jangan paksakan lagi,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Tim Relawan, Alberth Wanimbo menjelaskan, sedikit Info Sebenarnya beliau (LE) tidak pergi berkampanye di Distrik Kanggime-tolikara, tetapi pada saat itu Peresmian KANTOR KAS BANK PAPUA di Kanggime.

“pada saat yang sama, ada masyarakat yang tanya mengenai pilkada Tolikara dan pilgub, pa LE hanya menjawab masyarakat bahwa LE dan Usman sama satu partai Yaitu Demokrat, jadi silahkan pilih Usman, itu saja yang di preteli habis-habisan oleh Pa Amos, dan kemudian melapor ke GAKUMDU, Polda Papua dan Komisi II DPR RI.

Kronologinya beliau ke kanggime bukan mau kampanye saat masa tenang tapi, peresmian kantor.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam sebuah kegiatan bersalaman dengan Presiden Jokowi. (Istimewa)

Tim Relawan LE Minta Barang Bukti tentang Rekamanya jangan hanya sepotong- sepotong tapi, kalau boleh Rekaman nya harus utuh, sehingga publik dan Penegag Hukum juga tahu alur cerita sebelumnya!
Jika barang buktinya hanya sepotong sepotong, itu tdk kuat di jadikan barang bukti, Tim Relawan LE siap Gugat balik atau Pra Peradilankan GAKUMDU,
Gakumdu harus tahu Konteksnya apa? Pada saat apa? Pembicaraan sebelumbya itu apa? Sehingga cerita nya menjadi lengkap.

Beliau sampaikan dukungan juga dalam kapasitas sebagai ketua Demokrat, dan itu hal yg wajar karena Kadernya maju Bupati melalui Parai demokrat.

Tim relawan menilai, ada kepentingan besar di balik pilkada Tolikara, situasi politik menuju 01 papua kian memanas, sehingga kasus ini seakan2 di boncengi pihak2 lain yg tdk ingin LE kembali menjadi Gubernur Papua jilid II

Secara kekeluargaan sudah selesai masalahnya, Perdamaian sudah di tanda tangani bermeterai, antara pa LE dan amos.

Kaka Lukas.Enembe, kembali dipercayakan memimpin Partai Demokrat Papua. (Foto Dian Mustikawati Sawaki)

“Saya fikir surat pernyataan perdamain bisa di jadikan Rujukan tarik semua kasus, tapi ada pihak lain yg sengaja mencai cari celah dan kesalahan Pa Gubernur,” katanya.

Mereka sudah mencoba melalui KASUS KEMIRI DEPAPRE karena tdk berhasil, mereka berusaha mencari2 kesalahan melalui rekaman sepotong yg tdk kuat utk di jadikan BARANG BUKTI .

Jika ingin Papua aman dan damai, kami minta kasus ini segera di selesaikan dengan cepat dan pemberaihan bama baik LE segera di lakukan oleh Gakumdu.
Jangan membuat Gaduh Papua seperti Jakarta menjelang Pilgub. (***)

1 KOMENTAR

  1. Klau mw bina cabang olah raga prestasi, dilakukan sejak dulu dan berkesinambungan. Jangan sudah mw berakhir masa jabatan gubernur baru panas2 tai ayam.
    Mw cari popularitas ? Masy skarang sdh pintar dan jeli.
    Jangan bikin kegiatan sesaat yg tra mutu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here