Warga Diajak Terbiasa Pakai Jasa Angkutan Umum

0
10
Keindahan Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena/ Koran Harian Pagi Papua)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Elby Uneputty, A. Md., di Kantor Wali Kota Jayapura. (Elsye Sanyi)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka menertibkan arus lalu lintas dan seiring dengan meningkatnya kerawanan atau potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang cukup tinggi di Kota Jayapura, Kepala Dinas Perhubungan, Elby Uneputty, A. Md., mengajak masyarakat umum dan khususnya bagi masyarakat yang memiliki kendaraan mobil pribadi, agar mulai membiasakan diri menggunakan jasa angkutan umum, demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Bertambah banyaknya pengguna kendaraan pribadi sehingga kami akan segera mengoperasikan lima unit Bus Rapid Transit (BRT), untuk itu kami mengimbau kepada warga agar mulai membiasakan diri menggunakan angkutan umum ke tempat kerja, sekolah, tempat beribadah dan lain sebagainya untuk menghindari kemacetan dan lakalantas,”ucap Elby saat diwawancarai Harian Pagi Papua di Kantor Walikota, (7/7/2017).
Selain itu, mengenai keluhan warga tentang truk kontainer yang beroperasi bertepatan dengan waktu aktifitas warga, Elby menjelaskan bahwa sudah ada peraturan yang mengatur truk kontainer tersebut. Dengan jam operasinya dimulai sejak pukul 09:00-12:00 WIT, 15:00-06:00 WIT.

Port Numbay, sebutan
lain dari Kota Jayapura, kini menjadi Smart City atau Kota Cerdas, karena adanya lingkungan yang bersih, yang terus dikerjakan Pemerintah Kota Jayapura.. (Eveerth /LintasPapua.com)

“Sudah ada petugas kami yang berjaga dan mengawasi terutama di jalan utama mulai dari Batas Kota-Abepura juga kami bekerja sama dengan pihak kepolisian yang bertugas di pos-pos di Jalur Alternatif. Kami sudah memberitahukan Polisi jam-jam beroperasinya konteiner-konteiner tersebut sehingga dapat diawasi,” jelasnya.

Lanjutnya, khusus untuk di daerah Entrop, Elby meminta toleransi dari semua pengguna jalan raya dan warga jika truk konteiner yang misalnya memuat bahan makanan untuk masyarakat di Kota Jayapura, beraktifitas luar dari jam operasi yang sudah ditentukan, karena wilayah Entrop dan sekitarnya merupakan daerah pergudangan.

Menurut Elby, di luar jam operasi, truk konteiner tidak boleh melintas di daerah jalur utama Skyland hingga ke Abepura. “Dari pukul 06:00-09:00 WIT, 13:00-15:00WIT truk ini tidak boleh beroperasi didaerah-daerah yang rawan seperti di tanjakan Skyland. Ini kita larang betul, misalnya saat ditanjaKkan rem truknya blong, hingga dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Tapi kalau di Entrop daerah pergudangan kita tidak bisa membatasi mereka yang sedang memuat bahan makanan dari gudang satu ke gudang lainnya disekitar situ,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan dilapangan, Elby mengatakan sepanjang jalan utama dipadati warga yang menggunakan mobil pribadi, misalnya satu warga satu mobil pribadi. Ini sangat tidak efektif. Ini juga yang menjadi satu satu faktor kemacetan dan menghambat pekerjaan dan kepentingan orang lain.

“Oleh sebab itu, kedepannya kami akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang mobil pribadi. Misalnya, hari Senin dikhususkan bagi mobil pribadi yang nomor plat mobilnya angka terakhirnya ganjil beroperasi. Dan nomor plat mobil pribadi yang angka terakhirnya genap beroperasi di hari Selasa,” terang Elby. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua))