Kalau Tunjangan Sertifikasi Guru Dipotong Itu Namanya Pungli

151
Kepala Dinas Penddikan Papua, Elias Wonda (Erwin)

Kepala Dinas Penddikan Papua, Elias Wonda (Erwin)
Pemprov Papua Akan Cek Laporan Pemotongan Tunjangan Sertifikasi Guru

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua bakal segera melakukan pengecekan terhadap laporan pemotongan tunjangan sertifikasi guru, sebagaimana yang dialami sejumlah tenaga pengajar tersebut di Bumi Cenderawasih.

“Saya belum dapat informasi itu, tapi kalau benar dipotong itu namanya pungli dan kita akan segera lakukan pengecekan di lapangan mengenai kabar berita ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Papua Elias Wonda, kepada pers, Senin (10/7), disela-sela acara Hal Bi Halal di GOR Cenderawasih Jayapura.
Dari informasi yang diterima harian ini, terjadi pemotongan dana sertifikasi guru terhadap salah satu guru SMA Negeri I Merauke atas nama Tri Sulasmiati. Dirinya mengaku tunjangan sertifikasi yang diterimanya mendapat pemotongan sekitar Rp 1.000.000.

“Harusnya saya terima Rp 10.500.000, tetapi nyatanya yang kami dapatkan hanya Rp9.500.000. Sampai saat ini belum tahu alasan pemotongan itu. Bahkan kalau biasanya guru terima tunjangan selama tiga bulan, kini ditransfer per semester atau enam bulan”.

“Sampai saat ini pun dari dinas setempat belum memberikan sosialisasi atau pemberitahuan,” keluh dia.
Sementara Elias mengatakan keluhan ini akan segera ditindaklanjuti. Sebab semestinya hal ini tak mesti terjadi. Apalagi tunjangan guru ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru melalui pemerintah pusat.

“Harusnya tidak ada pemotongan. Apalagi kan dana ini distranfer langsung oleh pemerintah pusat melalui beberapa bank yang sudah melakukan kerja sama,” katanya.

“Intinya saya mau katakan kalau dari dinas pendidikan yang melakukan pemotongan saya kira tidak mungkin. Seba sekali lagi uangnya itu sistemnya transfer langsung ke rekening gurudan distribusinya dari pusat,” jelasnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)