Catatan Wakil Wali Kota Jayapura Ketika Sidak Puskesmas Abepantai

0
84
Situasi Pelayanan di Puskesmas Abepantai. (Elsye Sanyi / HPP)

Situasi Pelayanan di Puskesmas Abepantai. (Elsye Sanyi)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kunjungan Inspeksi Mendadak (Sidak) Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., dilanjutkan dengan meninjau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Abepantai Distrik Abepura dan pelayanan kesehatan kepada warga setempat.

Sidak Puskesmas yang dilakukannya itu untuk memastikan pelayanan dan fasilitas yang di lakukan oleh dokter dan tenaga medis adalah pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semua petugas kesehatan bekerja dengan baik, saat melayani pasien-pasien yang datang berobat.

“Kalau soal pelayanannya, petugas memberikan pelayanan yang sangat baik. Tadi saya sendiri sudah mencoba dari pengecekan tekanan darah hingga pemasangan infus, itu semua hanya memakan waktu selama 12-15 menit. Sehingga pasien bisa mendapatkan pertolongan dengan cepat,” ujarnya kepada Harian Pagi Papua (HPP) di Puskesmas Abepantai, Jumat (7/7/2017).

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., berbincang dengan Demianus seorang pasien yang sedang berobat ke Puskesmas Abepantai. (Elsye Sanyi)

Rustan berharap, agar hal-hal yang terkait dengan pengobatan masyarakat yang tidak dapat dilayani Puskesmas Abepantai agar segera memberikan rujukan secepatnya ke Rumah Sakit (RS) terdekat, agar jangan sampai pasien terhambat dalam proses pemberian pelayanan untuk pengobatan dan agar mereka bisa terkontrol dan ditangani dengan baik.

Saat dijumpai dan ditanyakan soal biaya yang harus dibayarkan, seorang pasien yang sedang berobat bernama Demianus mengatakan dirinya tidak mengeluarkan biaya saat berobat di Puskesmas Abepantai. Tapi hal demikian tidak terjadi kepada Wati yang membawa anaknya berobat, ini disebabkan karena Wati belum memiliki KPS dan terdaftar secara umum, sehingga Wati harus mengeluarkan dana sebesar Rp 10.000 untuk pengobatan putranya.

Dalam kasus ini, Rustan mengakui pasien umum dikenakan biaya karena hal tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura, sehingga dirinya meminta agar petugas Puskesmas dapat menginstruksikan pasiennya untuk segera mengurus KPS mereka agar kedepannya tidak dibebankan biaya.
“Sangat disayangkan juga, negara sudah menjamin, tetapi masyarakat yang masih malas untuk mengurus kartu itu, maka tetap mereka dikenakan biaya. Tetapi khusus Orang Papua Asli (OAP) semua gratis, walaupun belum memiliki kartu KJS tetapi bebas dari biaya,” ucapnya.

Sementara itu, jam pelayanan Puskesmas ini dibuka dari pukul 08.00 hingga12.30 WIT khusus pelayanan umum, sedangkan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) nya dibuka dari pukul 14.00-20.00 WIT. Rustan menjelaskan karena faktor keamanan diwilayah Puskesmas Abepantai sehingga pelayanan UGD sampai jam tersebut.

“Maka harus ada satpam atau keamanan untuk membantu para tenaga medis sehingga kedepannya UGD bisa buka selama 24 jam. Karena sesuai dengan instruksi Wali Kota Jayapura tahun 2018 semua Puskesmas akan di buka 24 jam, maka diharapkan semua Puskesmas mampu mempersiapkan diri agar bisa melayani selama 24 jam,” paparnya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., bersama dokter dan tenaga medis puskesmas saat melakukan sidak ke Puskesmas Abepantai. (Elsye Sanyi)

Selain itu, ditambahkannya, ada terdapat beberapa masalah yang ditemuakan disini, yaitu pertama, kondisi sekeliling Puskesmas yang becek saat hujan, kedua, berkaitan dengan rumah-rumah dinas puskesmas yang seharusnya ditempati oleh petugas Puskesmas Abepantai tetapi sampai saat ini masih dihuni oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kesehatan.

“Oleh sebab itu, saya meminta kepada Dinas Kesehatan agar segera diprogramkan dan bisa melakukan renovasi di Puskesmas dan juga harus segera menertibkan masalah terkait rumah Puskesmas ini agar dapat digunakan sesuai dengan fungsinya,” tegasnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)