Pemprov Papua Siapkan Rp. 3 Miliar Sekolahkan Guru Dari 5 Wilayah Adat

0
3
Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda (Erwin)

Kepala Dinas Pendidikan Papua, Elias Wonda (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua tahun ini sangat fokus untuk meningkatkan bidang pendidikan sebagaimana visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni siap menyekolahkan para guru dari lima wilayah adat, dengan menyiapkan dana sekitar Rp. 2 miliar – Rp.3 Miliar.

“Biaya seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah provinsi. Sementara anggaran yang nantinya dipersiapkan sekitar Rp 2-3 miliar. Makanya, kita juga minta pemerintah daerah setempat di masing-masing wilayah adat, supaya bisamenyiapkan calon guru atau perwakilannya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda, di Jayapura, Jumat (7/72017) kemarin.

Berkenaan dengan hal itu, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan bakal mengirim calon guru dari lima perwakilan wilayah adat untuk mengenyam pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Dikatakan, sesuai dengan rencana jumlah calon guru yang akan dikirim sekitar 50 orang. Sementara masing-masing wilayah adat diwajibkan mengirim 10 perwakilan. Meski begitu, pengiriman calon guru yang baru akan dilakukan pada tahun depan tersebut, dikhususkan hanya bagi orang asli Papua (OAP).
“Hanya untuk tahap awal kami akan lakukan seleksi terlebih dulu.Apabila sudah benar-benar siap, barulah para calon guru ini kami antar langsung ke UPH. Sebab sekali lagi uang sekolah hingga makan dan minumnya, dibiayaioleh pemerintah provinsi,” kata dia

Wajah Ceria Generasi Papua, anak – anak sekolah dasar di Distrik Nimboran, saat Upacara HUT RI ke 71 (LintasPapua.com)

Dia menambahkan, setelah lulus dari UPH, para calon guru ini akan langsung ditempatkan pada beberapa sekolah unggulan yang akan dibangun oleh pemerintah provinsi.
“Rencananya sekolah unggulan ini akan dibangun oleh pemerintah provinsi pada tahun ini.Dimana rencana ini sesuai dengan keinginan dari bapak gubernur,” tuturnya.

“Sehingga jika 50 guru yang dikirim ke UPH ini selesai, maka akan dikembalikan ke masing-masing daerahnya untuk mengabdi membangun dunia pendidikan,” tutupnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)