Mahasiswa Aksi Damai Miinta Pemprov Atasi Perang Saudara di Nduga

0
6
Suasana unjuk rasa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Indonesia (IPMNI), dalam aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis kemarin. (Erwin)

Suasana unjuk rasa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Indonesia (IPMNI), dalam aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis kemarin. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua diminta segera turun tangan mengatasi perang saudara yang terjadi di Kabupaten Nduga.

Hal demikian disampaikan puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Indonesia (IPMNI), dalam aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis (6/7/2017).
Mereka menyampaikan situasi keamanan di Kabupaten Nduga saat ini memanas, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua, DPRP dan aparat keamanan mesti segera mengambil langkah preventif.

“Sebab jika tidak, kami kuatir akan lebih banyak lagi korban jiwa yang berjatuhan. Intinya kami mau hidup damai di Nduga dan juga sangat menginginkan proses pembangunan berjalan sebagaimana mestinya,” pinta Koordinator Aksi Demo, Tiana Christina Wandik, saat menyampaikan orasi.

Sementara dalam orasinya para pendemo juga meminta segera dibentuk tim independen untuk menyelesaikan masalah konflik horizontal itu secara maksimal.

“Paling tidak bapak Kapolda Papua memberi instruksi kepada jajarannya supaya menghentikan perang yang terjadi di Nduga.Sehingga ada rasa aman kepada kami masyarakat yang ada di Nduga,” ucap dia.

Suasana masyarakat di Kenyam, Kabupaten Nduga. (Eveerth / LintasPapua.com)

Sementara menyikapi permintaan para pendemo, Asisten Bidang Umum Sekda Provinsi Papua Elysa Auri mengaku segera mengkaji permintaan tersebut, sebelum dibentuk tim independen untuk ke Nduga.

“Kami di provinsi akan mengkaji laporan dari adik – adik terkait laporan konflik di Nduga. Nantinya setelah itu kami akan ke Polda Papua untuk bahas hal ini. Kemudian dibawa ke DPRP, apakah akan disepakati untuk membentuk tim atau bagaimana. Intinya akan kami langsung tindaklanjuti,” katanya..

Sementara menurut data yang diterima harian ini, pertikaian di Kabupaten Nduga bermula sejak 2016 lalu di Timika.Dimana konflik berawal karena masalah perempuan, yang kemudian berimbas hingga ke Nduga. Akibat konflik ini juga menyebabkan satu orang tewas dan puluhan lainnya menderita luka – luka.

Kabupaten Nduga, dilihat dari ketinggian pesawat (LintasPapua.com /Eveerth Joumilena)

Sebelumnya pada Kamis (29/6) yaitu pukul 09.35 WIT perang massa dari kubu Simon Nirigi dan Katron Gwijangge berlawanan dengan kubu Ones Wandikbo, Nelson Uburuwangge, Rumus Uburuwangge kembali pecah di depan Gedung Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kabupaten Nduga.

Lalu pada pukul 09.45 WIT, anggota Brimob turun ke lapangan meredam bentrok dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Akibatnya, ada 5 orang menjadi korban yaitu Amius Kogoya (36), YanesGwijangge (40), Rendi Lokberre (37), Iren Kogoya (40), Denas Tabuni(40), dan Les Gwijangge (23). (Erwin /Harian Pagi Papua)