DPR Papua Turut Berduka Jatuhnya Pesawat AMA

Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Yolla Lokbere, saat diwawancarai di Abepura. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com:
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan rakyat Papua (DPRP), Yakoba Lokbere menyampaikan turut berduka cita atas Jatuhnya pesawat Assosiation Mission Aviation (AMA) di Wamena Rabu (5/7/2017) lalu.

Adapun yang menjadi korban dari jatuhnya pesawat tersebut adalah Pilot Wouter Moulders, warga negara Belanda dan Co Pilot Valens Ido Naibah, warga negara Indonesia dengan 3 orang penumpang yakni Sanabut, Don dan Ondomget.

“Saya sebagai wakil rakyat turut berduka cita atas jatuhnya pesawat AMA yang melayani di daerah-daerah terpencil”, ujar Yakoba Lokbere, saat dikonfirmasi, Kamis (6/7).

Ibu Yakoba Lokbere menjelaskan, pengalamannya, untuk menjangkau didaerah pegunungan pilihan Pesawat bagi yang tidak ada jalan darat, khususnya di daerah pegunungan kami gunakan pesawat kecil seperti AMA, MAF, Susi air dan Dimonim Air.

“Tetapi hari ini masyarakat pegunungan kehilangan satu pesawat dengan satu orang Pilot, satu Co Pilot yang luar biasa, punya hati untuk melayani masyarakat Papua didaerah pegunungan,” ujar Yakoba Lokbere, dengan nada sedih.

Dikatakan, pihaknya akan berdoa kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Tuhan, karena mereka menjalankan Tugas mulia dan luar biasa.

Sebelumnya Direktur AMA Papua, Djarot Soetanto menyebutkan kecelakaan terjadi karena pesawat hilang kontak setelah lepas landas dari Bandar Udara Wamena menuju bandara drakma kabupaten Nduga.

Pesawat yang dipiloti oleh Mouder Wauters dengan kopilot Valen Ido Naibahoitu mengangkut tiga penumpang dan barang dengan total muatan 508 kg. Identitas tiga penumpang pesawat AMA yang hilang kontak itu diketahui atas nama Don, Serabut, dan Ondomget.

Lama penerbangan Wamena-Darakma sekitar 25 menit dan diperkirakan pesawat sudah tiba pukul 11.30 WIT.

Namun, pesawat tidak kunjung tiba karena dinyatakan hilang kontak. Sementara Itu Jhon Hoek dari RSUD Wamena Melalui pesan singkat yang diterima Jubi bahwa Jenasah nama Pilot dan Co Pilot sudah diterbangkan ke Jayapura dengan pesawat AMA pada Sore jam 16.00.

Sedangkan 3 orang jenasah lainnya rencana besok 7/7/2017 diserahterimakan dari pihak AMA ke keluarga untuk dimakamkan.

Nampak Proses Evakuasi Jenasah Saat Diturnkan Dari Pesawat Helikopter Milik Airfast Di Bandar Udara Wamena. (Ema)

Sementara itu, Waarga Masyarakat Papua, yang juga Akademisi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung menuturkan, Selamat Jalan Sahabat Misionaris kami Capt. Wouter Mulders.

“Dari usia muda datang dari Belanda utk mengabdikan diri di Papua. Datang utk menjangkau orang2 Papua di Lembah-Lembah dan Di balik Gunung-Gunung terjal di Pegunungan Tengah Papua. Kemarin 5 Juli 2017, tugasmu selesai dan Tuhan Yesus panggil pulang,” tulis Marinus Yaung, dalam laman facebooknya.

Dikatakan, Selamat Jalan juga buat ade kami yang baik dan penuh kasih sayang, Co pilot Valens Ido Naibaho, kerinduan mu untuk melayani orang asli Papua yg masih terisolir dan tinggal di hutan – hutan belantara Papua dan dibalik Gunung – gunung di Wilayah Penungan Tengah Papua, harus berakhir juga kemarin rabu.
“Tuhan Yesus sudah putuskan bahwa waktu kerjamu selesai di Papua. Tanah Papua, Ladang misi yang sangat kalian berdua cintai hingga kematian menjemput. Terimakasih byk dan selamat jalan,” tutup Marinus Yaung, dalam ucapanya turut berduka. (***)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...