TNI dan Warga Siepkosi Jayawijaya Buka Lahan Sawah Bersama

0
65
Dandrem 172 PWY Saat Menanam Padi Sawah Dilahan Persawahan Milik Salah Satu Kelompok Pertanian di Siepkosy Kabupaten Jayawijaya. (Ema)

Dandrem 172 PWY Saat Menanam Padi Sawah Dilahan Persawahan Milik Salah Satu Kelompok Pertanian di Siepkosy Kabupaten Jayawijaya. (Ema)
WAMENA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka melaksanakan tugas Negara untuk mempertahankan ketahanan pangan serta melakukan serbuan territorial di tengah masyarakat, TNI-AD bersama masyarakat Distrik Siepkosi secara bersama-sama membuka lahan persawahan sebesar 63 hektar.

Pembukaan lahan sawah sebesar 63 hektar ditandai dengan penanaman perdanaoleh Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni C. Pardede bersama pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diwakili oleh Asisten I Setda Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono Senin (3/7/2017).

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni C. Pardede menjelaskan, kegiatan TNI bersama masyarakat Kabupaten Jayawijaya tepatnya di distrik Siepkosi bertujuan untuk memmbantu masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuahn perekonomian masyarakat kecil.

Dijelaskannya, untuk kelompok tani Siepkosi, pihaknya bersama warga setempat telah membuka lahan seluas 68 hektar, namun yang baru dikelola sebsar 63 hektar dan sudah dilakukan penanaman perdana.

Dikatakan Dandrem, pihaknya akan bersama masyarakat mengelola persawahanyang ada di Siepkosi, dan kedepannya akan melihat kelanjutannya, jika sangat cocok untuk dibuat lahanpersawahan makaakan dikembangkan, namun jika tidak cocok, maka TNI bersama warga masyarakat akan mengembangkan ditemmatlain yang cocok untuk lahan persawahan.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusuno menjelaskan, pihak pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyambut baik upaya TNI untuk menggerakan warga dalam mempertahankan ketahanan pangan di wilayah itu melalui bidang pertanian sawah.

Dikatakannya, harapan pemerintah tentu ingin agar masyarakat punya motivasi yang besar untuk mengembangkan bidang pertanian khususnya persawahan, sehingga melalui upaya TNI di Distrik Siepkosi sangat baik untuk diterapkan dan dikembangkan kedepannya.

“Petani perlu membangun koordinasi dengan dinas terkait agar berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan pertanian bisa diakomodir sesuai anggaran yang tersedia,” ungkap Tinggal. (Ema)