Proses Evakuasi Jatuhnya Pesawat AMA Lalui Dua Jalur

0
517
Nampak Proses Evakuasi Jenasah Saat Diturnkan Dari Pesawat Helikopter Milik Airfast Di Bandar Udara Wamena. (Ema)


WAMENA (LINTAS PAPUA) – Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Rasburhany mengungkapkan proses evakuasiPesawat AMA jenis Pilatus PC 6 dengan nomor registrasi PK RCX akanmelalui dua jalur, baik melaluij alur darat juga jalur udara.

“Tindak lanjut insiden yang terjadi terhadap pesawat AMA, padi tadi sekitar pukul 06.35 waktu indonesia timur, telah diberangkatkan tim evakuasi melalui pesawat heli jenis bel, milik air fast untuk melihat situasi lokasi,” kata Rasburhany kepada wartawan di Kantor Bandara Wamena Kamis (6/7/2017).

Dijelaskan, proses evakuasi dilakukan pagi sekitar pukul 05.00 wit ada empat orang tim SAR menuju lokasi jatuhnya pesawat dengan menggunakan jalan darat, ditambah empat orang yang sudah ada di lokasi dengan menggunakan helikopter Air Fast dibantu dengan masyarakat sekitar, selanjutnya, pada pukul 08.05 Wit Heli Air Fast kembali landing di Wamena untuk mengambil perlengkapan-perlengkapan dalam rangka upaya membantu pelaksanaan evakuasi di lapangan.

Dikatakan, lokasi kejadian berjarak kurang lebih 8 menit dari lapangan terbang Wamena, dimana lokasi tersebut secara perhitungannya tepat pada 8 neutical mile dari Bandara Wamena.

Nampak Proses Evakuasi Jenasah Saat Diturnkan Dari Pesawat Helikopter Milik Airfast Di Bandar Udara Wamena. (Ema)

Dikatakan, dari informasi yang terbaru, sudah ada empat orang tim yang berada dilokasi kejadian bersama masyarakat lokal setempat guna melakukan evakuasi, ditambah basarnas berjumlah 5 orang dimana proses evakuasi yang dilakukan mendapat bantuan dari masyarakat setempat.

“Tim pencarian belum dapat informasi saat ini tim tersebut berada. Selain itu ada tim di lokasi empat orang, kemudian di bandara juga ada stay, sekitar 8 orang dari tim SAR, dari tim ERD di lokasi sekitar 4 orang,” ungkap Rasburhani.

Terkait posisi jatuhnyapesawat, Rasburhani menjelaskan, posisi pesawat berada tepat di wilayah Kabupaen Nduga dan posisinyadada daerah bertebing.

“Posko evakuasi jenazah sudah disiapkan di kantor maskapai AMA, telah disiapkan peti jenazah dan kesiapan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Rasburhani.

Lebihjauh dikatakan, terkait penyebab jatuhnya pesawat itu, Rasburhani menjelaskan hal itu merupakanhak dari KNKT dan nantinyaakan dijelaskanolehpihak KNKT. (Ema)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here