KPU Diminta Sosialisasikan PSU Kabupaten Jayapura

0
4
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si (Irfan / Harian Pagi Papua)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si (Irfan / Harian Pagi Papua)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Papua, Matius Awoitauw meminta kepada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua selaku pelaksana PSU Kabupaten Jayapura, agar dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang tahapan PSU hingga proses pencoblosan 9 Agustus mendatang.

“Sosialisasi amatlah penting, agar masyarakat di Kabupaten Jayapura tau tentang PSU”, ujar Bupati Kabupaten Jayapura, Matius Awoitauw, Selasa, (4/7/2017).

Setiap tahapan PSU, kata Awaitouw, terhadap hal-hal yang penting, KPU harus libatkan, Pasangan Calon atau pun saksi.

Dirinya menjelaskan, pentingnya sosialisasi, selain semua orang menjadi tau tentang PSU, tapi juga mengetahui dan mengikuti perkembangan, sejauhmana persiapan KPU tuk pelaksanaan PSU.

Tak kala pentingnya lagi, ujar Bupati, terjalinnya komunikasi antara KPU dan pemerintah daerah melalui DIS Pilkada yang ada dilingkup Pemda Kabupaten Jayapura.

Bupati menghimbau, kepada masyarakat, tim sukses, dan pihak-pihak yang lain, mari membantu dan mendukung KPU, demi suksesi Pemungutan Suara Ulang. (PSU).

Suasana Warga Saat Ikut Pencoblosan pada Pemilukada 15 Februari 2017 lalu ( Eveerth /LintasPapua.com)

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoi menuturkan, pihaknya menghaturkan terima kasih kepada pemda kabupaten jayapura yang telah menghibahkan dana Pilkada, guna peleksanaan PSU di kabupaten jayapura senilai 10 Miliar.
Dana itu, kata Adam, akan diperuntukan pada kegiatan atau tahapan PSU, seperti perekrutan baru anggota PPD, dan KPPS, juga PPS.
Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Jayapura telah disepakati dan ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dengan KPU Provinsi Papua dengan nilai mencapai Rp 6 miliar lebih.

Penandatanganan NPHD PSU Kabupaten Jayapura dengan nilai Rp 6 miliar lebih ini akan ditambahkan dengan dana yang masih ada atau sisa dari Pilkada Serentak sebelumnya yang berjumlah Rp 3 miliar, sehingga total keseluruhannya mencapai Rp 10 miliar. (Mayor Ichad)