5 Korban Jatuhnya Pesawat AMA Pilatus PK-CRX

0
3

WAMENA (LINTAS PAPUA) – Proses evakuasi 5 jenasaah Korban Pesawat AMA PILATUS PK-CRX telah berhasil dilakukan hingga tiba dikota Wamena, dimana dari kelima jenasah tersebut semuanya telah berhasil teridentifikasi.

Proses Evakuasi jenasah Korban pesawat jatuh menggunakan pesawat Helikopter Airfast yang didatangkan dari Timika, dimana dalam proses Evakuasi dibantu langsung oleh Tim SAR Jayapura dan Wamena Polri.

Dalam proses evakuasi tersebut sempat terjadi kendala karena salah satu Jenasah dalam hal ini Pilot sempat ditahan masyarakat setempat,namun karena negosiasi yang baik, akhirnya semua jenasah dapat dievakuasi ke Wamena untuk dilakukan identifikasi.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Rasburhani yang juga sebagai ketua koordinator Evakuasi menjelaskan, proses evakuasi telah berjalan dengan baik bersama dukungan semua pihak, baik dari SAR Jayapura, Otoritas Bandara, Dinas Perhubungan Jayawijaya, AMA dan TIM REG AIrfast, sehingnga berhasoil mengevakuasi 5 jenasah yang jatuh di daerah Mugi Wilayah Kabupaten Nduga.

Dijelaskan, lima jenasah telah dibawa langsung ke Kamar Mayat RSUD Wamena dan telah teridentifikasi, dua dari jenasah telah teridentifikasi sebagai Pilot dan Co Pilot.
Dimana, kedua jenasah telah diterbangkan ke Jayapura tepat puluk 16.10 telah diterbangkan ke Jayawpura, dan 3 jenasah lainnya masih berada di RSUD untuk nantinyaakan dilakukan penyerahkan kepada pihak keluarga korban.
in hingga sekarang telah selesai dan berjalan aman lancer.
“Saya berharap penyerahan tiga jenasah yang masih ada ini berjaan lancer dan aman, tidak ada permasalahan yang berarti,” jelas Sarmanto.

Untuk itu, mewakili Dirjen perhubungan Udara menyampaikan terimakasih kepada smeua pihak yang telah bekerjasama sehingga proses evakuasi berjalan dengan baik, serta menyampaiakan duka yang mendalam atas kejadian ini.
Sementara itu, Kepala Basarnas Provinsi Papua Melkianus K menjelaskan, dalam proses Evakuasi keliama jenasah tersebut tidak mendapatkan kendala dan masalah, semua proses berjalan dengan lancer dana aman.

“Kami sudah kordinasi dengan AMA dan Airfast bahwa proses Evakuasi dilakukan dari tempat kejadian dibawah ke kampong Habema dan kemudian diangkut ke Wamena menggunakan pesawat Helikopter Airfast,” jelas Melkianus.
Dijelaskan, jarak evakuasi awal dari tempat jatuhnya pesawat sekitar 3 not tiga Player, dimana yang melakukan penyelamatan ada tiga orang yang sudah berada ditempat serta dibantu dengan masyarakat setempat.

Dikatakan, posisi pesawat saat itu berada pada daerah lereng dan keadaan pesawat dalam keadaaan patah melengkung.
Ditempat yang sama, Direktur Safety AMA, Olan menjelaskan, sampai sejauh ini pihak AMA telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban, dengan tujuan agar nantinya ketiga jenasah akan diserahkan kepada pihak keluarga .

“Pihak AMA sudah menghubungi keluarga korban dan masih dua lagi, dan malam ini kami coba hubungi keluarga dan kalau semua sudah besok jam 10 kami akan serahkan kepada keluarga,” ungkap Olan.

Dijelaskannya, dalam proses penyerahan kepada keluarga, ada kontribusi langsung dari Wakil Ketua DPRD Jayawijaya untuk memfasilitasi acara penyerahan serah terima jenasah kepada keluarga. (Ema)