Terkait Situasi Politik, Sekda Papua Imbau ASN Hindari Gesekan Horizontal

0
4
Ilustrasi ASN di lingkungan Pemprov Papua saat mengikuti apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin pagi. (Erwin)

ASN di lingkungan Pemprov Papua saat mengikuti apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin pagi. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekertaris Daerah (Sekda) Hery Dosinaen mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi agar tak terpengaruh gesekan horizontal yang terjadi di sejumlah wilayah, akibat imbas dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Hal demikian disampaikan Sekda Hery dalam apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin kemarin.
“Belum lama ini juga ada gesekan-gesekan horizontal yang sangat luar biasa terjadi seperti di Kabupaten Puncak Jaya. Memangini merupakan konsekuensi logis dari proses politik yang berjalan dan sebagaimana juga terjadi beberapa daerah lain, seperti Kabupaten Jayapura yang sampai kini belum melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU)”.

“Meski begitu, saya minta ASN tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Jangan terpengaruh dengan gesekan horizontal yang terjadi,” kata dia.

Sekda juga meminta ASN mengedepankan netralitas dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Papua. Oleh karenanya, ia sudah beberapa kali mengusulkan kepada pemerintah pusat agar ASN tak punya hak memilih dalam Pilkada, selayaknya Anggota TNI/Polri.
“Supaya tak ada lagi aksi politik praktis dari para ASN. Yang ada hanya sikap netral dalam proses Pilkada sebagaimanan TNI/Polri yang sejak dahulu tak punya hak pilih,” ucapnya.

Sekda Papua Hery Dosinaen bersama Pejabat Eselon II menerima jabat tangan dari ASN di lingkungan Pemprov Papua usai apel gabungan. (Erwin)

Dari pengamatannya, selama ini ada tekanan dari tim sukses terhadap pejabat yang menduduki jabatan birokrasi. Oleh karenanya, jika aparatur ASN tak mempunyai hak pilih, maka pihaknya meyakini tak bakal ada intervensi terhadap penyelenggara pemerintahan di tanah ini.
“Ini pun juga kalau dilihat atas tekanan partai politik yang meminta mengakomodir pegawai yang bertugas di birokrasi tanpa mempertimbangkan perasyaratan dan latar belakang pendidikan ASN itu”.

“Sehingga memang perlu diwacanakan agar ASN tidak memilih, supaya tidak ada intervensi terhadap ASN yang berkarir di birokrasi,” harapnya.

Sebelumnya, Sekda juga mengimbau ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi agar dapat menghapus stigma negatif yang telah lama menempel pada birokrasi.

ASN juga diminta menampilkan sikap sopan, ramah serta menghargai pimpinan maupun rekan kerja. Dilain pihak, mampu menciptakan kebersamaan serta kekompakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dengan tidak membeda-bedakan pelayanan, bertangungjawab tetapi juga disiplin.

”Yang terpenting saya harapkan, saudara-saudara menjadi teladan dan agen perubahan untuk dapat menghapus stigma negatif di birokrasi pemerintahan. Ini penting sehingga kesan buruk terhadap birokrasi pelahan-lahan bisa mulai dihilangkan,” kata dia. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)