Pemuda Paparasi Maluku Hadir di Papua Dukung Pembangunan

90
Para Pengurus Pusat PPMP beserta Sekretaris Umum IKEMAL di Papua, saat mengikuti rapat di Restoran OKE Jayapura. (Eslye)

Para Pengurus Pusat PPMP beserta Sekretaris Umum IKEMAL di Papua, saat mengikuti rapat di Restoran OKE Jayapura. (Eslye)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka mempersatukan semua pemuda-pemudi Maluku di Tanah Papua, Pengurus Pusat Pemuda Paparasi Maluku di tanah Papua (PPMP) menggelar rapat bersama dengan beberapa organisasi pemuda Maluku lainnya yang tergabung dalam PPMP antara lain, Satu Darah dan Maluku Bersatu (MABES), dan turut hadir juga Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di tanah Papua. Adapun rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PPMP, Fransisco Hitijahubessy ini bertempat di Restoran OKE Jayapura, Kamis (29/6/2017).

Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum IKEMAL di Tanah Papua, Sekum IKEMAL di Tanah Papua, R.D. Siahaya mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada PPMP, Satu Darah dan Mabes karena memiliki kesadaran, kepedulian, inisiatif dan komitmen untuk membentuk organisasi kemasyarakatan PPMP yang bersifat kolektif dan kolegial, sebagai wadah pemersatu pemuda-pemudi Maluku di Papua.

“Sebagai orang tua, saya datang menghadiri pertemuan ini yang adalah merupakan rapat sulung PPMP mengenai identitas sebagai anak-anak Maluku di Papua. Sekaligus untuk memberikan motivasi agar PPMP kedepannya dapat memberikan kontribusi dan terlibat langsung terhadap kepentingan orang banyak, termasuk juga pembangunan di Papua. Terlebih khusus PPMP harus mampu menopang Orang Asli Papua (OAP) untuk menjadi tuan di negerinya sendiri. Anak-anak Maluku tidak boleh merampas hak-hak kesulungan anak-anak Papua,” pesan Siahaya kepada Pengurus PPMP, Satu Darah dan Mabes.

Siahaya berharap, organisasi PPMP ini dibentuk karena keterpanggilan pemuda-pemudi Maluku untuk bersatu demi melestarikan dan melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah diletakkan orang tua kita dari Maluku di atas tanah Papua. oleh sebab itu, sangat penting untuk menyatukan persepsi kita dengan memiliki kesadaran serta keyakinan dan juga harus terinspirasi dengan filosofi orang Maluku, yaitu Gandong Ale Rasa Beta Rasa dan juga Potong di kuku rasa di daging.

“Untuk itu, pemuda Maluku tidak boleh berbicara atas nama satu kelompok, tetapi kelompok-kelompok tersebut harus berada di dalam sebuah payung hukum yang jelas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan organisasi kemasyarakatan, yang memenuhi persyaratan dan kriteria. Sehingga segala sesuatu yang akan dilaksanakan nantinya dapat dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

Lanjutnya, Siahaya mengakui ada kekuatan kelompok-kelompok anak muda yang dinilai bersifat parsial, sehingga kelompok-kelompok ini harus dipersatukan guna memaksimalkan kemampuan dan potenti yang dimiliki demi kepentingan orang banyak. “Oleh sebab itu, organisasi PPMP harus mempunyai maksud dan tujuan yang jelas guna mencapai visi misi yang ingin dicapai. Sehingga penting sekali untuk berkomunikasi, koordinasi dan komitmen dalam satu organisasi,” pungkasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Siahaya mengajak dan menghimbau kepada semua pemuda Maluku di Papua bahwa kehadiran mereka haruslah untuk banyak orang, bukan untuk diri mereka sendiri. Mengingat kedatangan orang tua kita di zaman dahulu didorong oleh kesadaran dan tanggungjawab bersama-sama dengan orang Papua agar mau maju bersama membangun sebuah kehidupan yang lebih baik.

“Sehingga kita selaku generasi masa depan harus meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diletakkan oleh orang tua kita. Untuk itu, kita perlu untuk menata diri kita agar semua ucapan dan tingkah laku kita tidak boleh menodai nilai leluhur kita di atas tanah Papua.” cetusnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PPMP, Dedi Pattiwael mengatakan tujuan pembentukan organisasi PPMP ialah untuk mempersatukan para generasi muda Maluku yang berada di Papua, secara khusus yang ada di Kota Jayapura. Hal tersebut merupakan gagasan dari anak-anak muda Maluku. Sehingga kedepannya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan di Kota Jayapura, bahkan di seluruh tanah Papua.

“Pembentukan organisasi PPMP didasari atas gagasan dari beberapa kelompok pemuda Maluku, sehingga dalam jeda waktu yang begitu singkat organisasi ini mulai terbentuk berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai legitimasi hukum dan untuk memperkuat lagi, Akta Notaris PPMP saat ini tengah diproses di Notari,” terang Pattiwael.

Selain itu, sebagai wadah untuk mempersatukan persepsi pemuda-pemudi Maluku di Papua, rapat ini juga membahas persiapan pelantikan PPMP di Tanah Papua pada bulan Juli 2017 mendatang. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)