GKI Eden Gelar Lomba Tari Aster Berirama Lagu Rohani

0
20
Peserta lomba tari aster berirama lagu rohani di GSG GKI Eden (Elsye Sanyi)

Peserta lomba tari aster berirama lagu rohani di GSG GKI Eden (Elsye Sanyi)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka HUT Jemaat Gereja Kristen Injil (GKI) Eden Tanjung Ria yang ke-69 sekaligus Peresmian Gedung Serba Guna (GSG), Majelis Jemaat GKI Eden menyelenggarakan Lomba Tari Aster berirama lagu-lagu rohani, dan Lomba Paduan Suara antar KSP.

Ketua Majelis Jemaat GKI Eden yang di wakili oleh Wakil Ketua Majelis Jemaat GKI Eden, Rasmus D. Siahaya membuka secara resmi lomba tari aster berirama lagu Rohani di tingkat Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) dan Persekutuan Angkatan Muda (PAM) di GSG GKI Eden, Jumat (30/6/2017), dalam sambutannya beliau mengatakan jika kita melakukan atau mengikuti suatu lomba, maka kita juga harus memahami bahwa disetiap lomba pasti ada yang menang dan kalah. Sehingga Siahaya mengajak semua peserta lomba tari aster agar menjaga kedamaian selama perlombaan berlangsung.

Siahaya memaparkan kegiatan lomba ini sangat positif sekali khususnya bagi pemuda-pemudi yang ada di Jemaat GKI Eden, dengan target tujuan agar pemuda mencintai pelataran Rumah Tuhan, sehingga aktifitas mereka sehari-hari di luar sekolah diisi dengan hal-hal yang bermanfaat supaya mereka terhindar dari godaan dan penyakit-penyakit masyarakat lainnya yang dapat memebrikan dmpak negatif bagi dirinya sendiri dan juga orang lain.

“Kalau yang menang, janganlah terlalu senang berlebihan sampai lupa diri, tetapi harus menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan,” pungkasnya.

Peserta lomba tari aster berirama lagu rohani di GSG GKI Eden (Elsye Sanyi)

Dan bagi yang kalah, lanjutnya, jangan marah-marah sampai hilang rasa bersyukur. “Jika tim yang kalah marah-marah, maka dia sementara tidak menghormati orang-orang tua, tete dan nene yang dulu membangun gereja ini untuk bersekutu dengan damai, melayani dan bersaksi bersama sehingga pelayanan kita akan diberkati Tuhan,” ucapnya.

Siahaya juga berharap kepada setiap pelatih harus mampu meredahkan dan memberikan pemahaman yang baik bagi tim yang kalah, begitupun mendampingi tim yang menang agar jangan senang sampai lupa diri.

Lanjutnya, dirinya juga mengakui bahwa ketiga pemudi yang berperan sebagai tim juri di lomba tari aster ini adalah pemudi-pemudi yang berkompeten dan professional sehingga mereka dipercayakan untuk mengambil bagian pada lomba ini. Tim juri memiliki legalitas sertifikat, sehingga hasil akhir dari tim juri adalah sah dan mutlak.

“Untuk itu juri juga harus melakukan penilaian secara jujur, adil dan sungguh-sungguh sesuai dengan Tata Tertib yang ada. Jangan karena mengenal satu peserta hingga menambah satu angka,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Siahaya menghhimbau kepada seluruh warga Jemaat GKI Eden yang mengkonsumsi pinang, agar ludah dan ampas pinang jangan di buang sembarangan. “Saya tidak melarang orang makan pinang, tetapi saya hanya mengingatkan jangan mengotori Rumah Tuhan dengan ludah dan ampas pinang, kerena Rumah Tuhan harus dijaga tetap indah dan bersih. Sehingga diharapkan semua warga Jemaat GKI Eden boleh makan pinang tetapi harus tertib dan bersih, memang tidak dilarang, tetapi kalau boleh jangan makan pinang dalam lingkungan halaman gereja,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, ditambahkannya Walikota Jayapura sudah menghimbau dan menginstruksikan penyusunan Peraturan Daerah tentang Pengaturan untuk masyarakat Kota Jayapura yang mengkonsumsi pinang itu harus membuang ludah pinang dan ampasnya pada tempat-tempat sampah yang sudah disediakan, agar kota kita ini terjaga keindahan dan kebersihannya.

Selain itu, salah satu peserta lomba tari aster, Opin Nuboba menyambut baik kegiatan lomba yang diikutinya karena dianggap sangat berguna sekali untuk membangun kebersamaan dalam persekutuan diantara sesama jemaat. Dan juga, gereja tidak membiarkan anak-anak muda terlantar begitu saja, tetapi dengan trend yang sekarang ini, gereja turut ambil bagian melakukan pendekatan untuk mengarahkan dan membimbing kami ke jalan yang benar sebagai generasi muda dan juga tulang punggung gereja.

Adapun peserta lomba tari aster sebanyak 21 regu, yang memang ditargetkan untuk PAR dan PAM di setiap wilayah KSP. Dengan tujuan agar lewat kegiatan ini dapat memberi semangat bagi PAR dan PAM agar lebih giat dan aktif dalam persekutuan beribadah. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

Peserta lomba tari aster berirama lagu rohani di GSG GKI Eden (Elsye Sanyi)