JWW Akui RS Bertaraf Internasional Siap Dibangun di Wamena

0
130

Kota Wamena dari Ketinggian dengan pemandangan yang luas (LintasPapua.com/Foto/Eveerth Joumilena)
Rencana Bulan ini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Tanda Tangan MoU dengan LIPO Group, guna
Pembangunan RS. Siloam Ditargetkan Selesai tahun 2017

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bulan Juli ini Pemda Jayawijaya akan melakukan MoU dengan pihak LIPO Group, sehingga pembangunan Rumah Sakit Siloam bertaraf internasional bisa segera dilaksanakan tahun ini di di pusat kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Hal ini di ungkapkan Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo di Kota Jayapura, Senin (3/7) kepada awak media.

“Apabila MoU bisa dilaksanakan. Maka pembangunan RS. Siloam bisa segera dimulai. Rencananya pembangunan akan dilakukan secara cepat dengan target selesai di tahun 2017 ini,” ungkap Wempi.
Menurut Wempi, rumah sakit Siloam akan dibangun empat lantai dengan standar dan kualitas internasional termasuk fasilitas yang disediakan nantinya akan diawasi secara ketat termasuk amdalnya.

“Rumah sakit akan dibangun di pusat Kota Wamena, tentunya kita harus lihat secara detail dulu rancangan kotruksi pembangunannya, sehingga kita bisa mengeluarkan amdal. Kita tak ingin menghadirkan rumah sakit, tapi kita malah membuat masyarakat menderita, akibat amdalnya tak diatur. Inikan rumah sakit, perlu kita tata jelas kemana limbahnya,” jelas Wempi.

John Wempi Wetipo, dalam sebuah kegiatan. (Istimewa)

Wempi membeberkan, bahwa rumah sakit Siloam ini direncakan memiliki kapasitas 200 kamar untuk pasien peserta BPJS dan 50 kamar bets private (very important person VIP) untuk kalangan pejabat.

“Rumah sakit ini memiliki ruang CT-Scan, 4 ruang operasi, ICU/ICCU/NICU dan ruang emergency. Dengan adanya fasilitas lengkap ini, tak perlu lagi masyarakat saya khususnya di wilayah Pegunungan Tengah berobat ke luar Papua,” tukasnya.

Wempi mengatakan kehadiran rumah sakit Siloam di Wamena akan menjadi pesaing bagi rumah sakit daerah yang sudah ada oleh karena itu pihak rumah sakit harus terus berbenah dalam peningkatan mutu pelayanan.

“Diatas tanah seluas 6 hektar yang disediakan, rumah sakit Siloam hadir nanti akan menjadi pesaing berat buat mereka (pihak RSUD), karena Siloam juga akan melayani BPJS, terus rumah sakit regional/vertikal. Tak hanya masyarakat di wilayah pegunungan, saya yakin kedepan masyarakat di wilayah pesisir juga akan berobat di Wamena,” tandasnya.

Drinya menegaskan, pembangunan rumah sakit ini 100 persen menggunakan dana dari investor. Hanya saja, pihak pemerintah daerah akan menyiapkan lahannya.

“Nantinya akan ada tiga rumah sakit di Wamena, yaitu RS. Siloam, RSUD Wamena kedepan akan kita rumah menjadi puskesmas rawat inap khusus untuk masyarakat Jayawijaya dan rumah sakit vertikal yang akan dibangun Menteri Kesehatan,” pungkasnya.

Wempi menambahkan akan membuat regulasi bagi investor untuk memberdayakan masyarakat setempat bekerja.

“Bukan hanya tenaga kerja, Lipo Group, telah berjanji kepada kami akan membuka 50 klinik Siloam di seluruh wilayah Pegunungan Tengah. Saya akan pernjuangkan ini, sehingga pelayanan kesehatan bisa merata ke seluruh daerah pegunungan,” ucapnya.

Ia juga berjanji pelayanan rumah sakit di Wamena berskala ekonomis, mudah dijangkau, bahkan menjadi pilihan yang terpercaya dalam pelayanan kesehatan holistik, pendidikan dan riset kesehatan bestandar internasional.

Kota Wamena (Eveerth Joumilena /LintasPapua)

“Saya harap hadirnya RS. Siloam berdampak terhadap perbaikan mutu pelayanan medis di Papua, sehingga pola hidup masyarakat di papua juga meningkat. Bahkan saya yakin, masyarakat Papua tak lagi berobat di luar Papua, melainkan di rumah sakit ini,” ucapnya. (jrp/ Koran Harian Pagi Papua)