Wagub Klemen Tinal Dorong Noken Jadi Mata Pelajaran Ekstra Kurikuler

0
460
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, saat wawancara. (Erwin)

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, saat wawancara. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mendorong lembaga pendidikan di Bumi Cenderawasih agar mulai menetapkan tata cara pembuatan noken, sebagai salah satu mata pelajaran ekstra kurikuler di sekolahnya.

“Dengan demikian, para anak-anak kita akan mulai bangga pakai noken yang merupakan hasil bikinannya sendiri,” ujar Klemen Tinal, dalam satu kesempatan, Sabtu (30/6)/2017 pekan kemarin.

Wagub juga berharap, agar para generasi muda di Provinsi Papua tak sampai gengsi memproduksi apalagi menggunakan noken.

“Karena harusnya bangga menggunakan noken dalam aktivitas maupun rutinitasnya sehari-hari. Karena percuma noken ini sudah diakui milik orang Papua, tapi tak ada lagi yang membuat atau menggunakan noken,” kata dia.

“Saya harap anak-anak sekolah mulai diajar cara bikin noken. Makanya ini harus kita dorong di sekolah jadi saah satu kegiatan ekstra kurikuler,” ujar Klemen Tinal.

Pada kesempatan itu, Wagub mengaku pihaknya baru-baru ini menggalakkan program “Syal for Noken”. Program ini memberikan imbalan syal kepada seluruh masyarakat yang kedapatan menggunakan noken saat beraktivitas.

“Syal yang saya bagikan semata-mata untuk mendorong supaya lebih banyak lagi orang memakai noken. Tapi kedepan kita harap noken dipakai bukan untuk imbalan, tapi jadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat di negeri ini,” harapnya.

ILUSTRASI NOKEN PAPUA, DIANTARA HUT 45 TAHUN SMA YPPK TERUNA BAKTI WAENA, Sabtu (03/09/2016) (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

Dalam kesempatan itu, Wagub mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan aturan menggunakan noken saat bekerja. Apalagi, pemerintah provinsi sudah menerbitkan peraturan daerah yang mewajibkan pegawai negeri sipil memakai noken.

“Tapi yang utama kita mau ajak supaya masyarakat di negeri ini dengan sendirinya dan dari hatinya memakai noken. Sekali lagi bukan karena keterpaksaan.Karena kalau memaksa itu juga kurang bagus. Tapi kita berharap ASN sebagai pelayan masyarakat lebih dulu memberi contoh yang baik dalam menegakkan peraturan daerah,” pesannya. (Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here