Suplai Benih Ikan ke Papua Sebagian Besar Dari Luar Daerah

0
64
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua, F X. Mote. (Erwin)

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua, F X. Mote. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kelautan dan Perikanan Papua mengakui untuk memenuhi kebutuhan benih ikan, instansi setempat masih harus mendatangkan dari luar daerah, sebab upaya pembudidayaannya baru dapat dilaksanakan pada Danau Sentani saja.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua FX. Mote melalui Kepala Balai Benih Ikan Sentral Berap Papua, Carlos Matuan, di Jayapura, akhir pekan kemarin.

Dia mengatakan, saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan Papua masih mendatangkan bibit benih ikan air tawar dari Jawa Barat, Jogjakarta dan Jawa Timur, meski potensi di Papua cukup besar.

Dilain pihak, dinas perikanan juga telah melakukan serangkaian kerja sama dengan pihak swasta agar ketersediaan benih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat nelayan yang ada di seluruh tanah ini.

“Seperti di di Balai Benih Ikan Sentral Berap, memang saat ini baru ada tiga jenis benih yang bisa diproduksi. Yaitu, ikan nila, lele dan mas. Tentunya kita akan terus berupaya menyiapkan seluruh kebutuhan masyarakat nelayan dengan bermitra bersama pihak swasta”.

“Hanya memang saat ini, tugas kami di balai baru sebatas menyiapkan calon induk sementara . Apalagi kami baru memiliki 42 kolam ikan pembibitan dengan berbagai ukuran. Makanya, kita harapkan kedepan ada pengembangan untuk benih ikan jenis lain,” tutur dia.

Sementara pada kesempatan itu, ia mengakui sumber daya manusia (SDM) pembudidaya ikan air tawar di kabupaten masih terbatas. Alhasil, diperlukan pelatihan secara berkesimabungan, agar para pelaku perikanan air tawar dapat berhasil dalam melakukan pembudidayaan.

“Sebenarnya dari kami di balai sudah sering menyalurkan bibit ikan ke kabupaten/kota setiap tahun. Namun karena tak didukung dengan sumber daya manusia yang baik, akhirnya stok di kabupaten pun lama-kelamaan habis”.

“Makanya, kami terpaksa memberi pelatihan secara terus menerus supaya pelaku perikanan ikan air tawar bisa berhasil. Tentunya kami harus mendatangkan narasumber dari Balai Benih Ikan Purwakarta dan juga Manado. Harapannya supaya seusai pelatihan bisa meningkatkan SDM petani di Papua serta hasil benih yang kita berikan bisa meningkat,” harapnya. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)