Petrus Yoram Mambai Beri Bobot di Pilgub Papua 2018

209
Balon Gubernur Petrus Yoram Mambai (tengah) didampingi Ketua Tim 23 Pencanangan dan Pencalonan Petrus Yoram Mambai. (Erwin)

Balon Gubernur Petrus Yoram Mambai (tengah) didampingi Ketua Tim 23 Pencanangan dan Pencalonan Petrus Yoram Mambai. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Satu lagi nama baru yang merupakan anak asli Bumi Cenderawasih, resmi menyatakan diri ke publik siap memberi bobot di pesta demokrasi Pilgub Papua 2018 mendatang.

Adalah Petrus Yoram Mambai, pria kelahiran Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, lima puluh tahun lalu itu, sudah bertekad siap maju lewat jalur independen. Dengan mengusung slogan “Memimpin Dari Pinggir”, dirinya yakin mampu merebut hati masyarakat untuk mengusungnya diriny lewat jalur non partai.

“Sebagai pribadi dan kader bangsa di Papua, saya menerima aspirasi maupun dukungan dari sebagian masyarakat yang ingin saja untuk maju sebagai balon (bakal calon) dalam Pilgub 2018. Saya merasa tidak ada yang terlalu mustahil untuk untuk maju sebagai balon Pilgub”.

“Apalagi saya mengusung tema ‘Memimpin Dari Pinggir’, sebab seluruh masyarakat Papua ada di pinggir. Kemudian Papua ini juga berada di paling pinggir atau timur Indonesia. Sehingga atmosfir itu yang membuat saya merasa terpanggil (maju sebagai balon gubernur),” terang Petrus kepada pers, disela-sela booming disscussion dengan tema tekad kepemimpinan Papua periode 2018 – 2022 di Jayapura, pekan kemarin.

Petrus yang juga masih aktif sebagai Ketua Komisi Informasi Papua ini merasa kehadirannya sangat penting untuk mencegah terjadinya pengeroposan karakter diatas tanah ini.

Dimana ia melihat karakter persaudaran yang, telah mulai digerogoti dikotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan), yakni antara gunung dan pantai. Kemudianasli Papua dan pendatang, serta kristen dan muslim.

KOTA JAYAPURA, Siapapun pemimpin yang muncul harus bisa menghilangkan stigma pesisir – gunung sebagai satu kesatuan membangun Papua. (LINTASPAPUA.COM)

“Sehingga saya merasa perlu untuk maju agar bisa mengeliminir dikotomi itu. Sebab ada juga berkembang di masyarakat bahwa orang pantai sementara dizolimi kawan-kawan dari gunung”.

“Bagi saya bahasa seperti ini harus kita eliminir. Dari situasi seperti ini, saya sebagai kader bangsa siap menerima dukungan untuk maju sebagai salah satu balon gubernur. Hanya, dalam perjalanan saya membuka kemungkinan untuk dipanggil sebagai balon wakil gubernur, sebab proses politik ini terlihat masih terbuka lebar,” katanya.

Disinggung soal basis massa, Petrus lagi-lagi menyebut sudah mendapat dukungan penuh dari masyarakat pinggiran, yang kini menjadi slogan utamanya. Tak ketinggalan basis sosiologis, kampus dan keagamaan yang menurut dia, mampu mendongkrak namanya untuk menjadi penantang serius dalam Pilgub 2018 mendatang.

“Saya dulu sejak kuliah pergerakan saya didunia kemahasiswaan cukup tinggi. Saya bahkan sudah keliling seluruh kampus di tanah Papua. Basis lain bidang kegerejaan, sehingga keagamaan juga bisa menjadi pendulang suara terbanyak bagisaya untuk maju lewat jalur non partai,” tutupnya.

Sementara Ketua Tim 23 Pencanangan dan Pencalonan Petrus Yoram Mambai sebagai balon gubernur, Budi Waromi, mengatakan hasil pelaksanaan diskusi sudah sepakat dan final memutuskan mendukung Petrus Yoram Mambai maju lewat jalur independen.

Apalagi menurut dia, sudah ada sejumlah calon yang mengklaim telah didukung penuh partai politik. Bahkan seorang balon gubernur Ones Pahabol yang sebelumnya menyatakan maju lewat jalur independen pun, sudah mendaftar di partai politik.

“Sehingga ini yang membuat kami melihat bahwa mesti ada keberanian dari kandidat lain, yaitu Petrus Yoram Mambai agar maju lewat jalur independen. Apalagi hasil diskusi hari sudah ada satu kesimpulan dan kesamaan tekad mendukung yang bersangkutan sebagai salah satu kandidat balon Pilgub 2018”.

“Yang jelas sebagai warga NKRI, berdasarkan UU dia (Petrus Yoram Mambai) berhak maju. Kedua, mengamati perjalanan kepemimpinannya di Papua selama ini maupun rekam jejaknya, kita melihat yang bersangkutan mampu dan cakap menjadi seorang pemimpin daerah di negeri ini,” jelas dia.

Senada disampaikan Sekertaris Tim 23 Pencanangan dan Pencalonan Petrus Yoram Mambai sebagai balon gubernur, Pdt. Utrek Rumbino. Dirinya melihat proses demokrasi di Papua terkesan seperti sudah terpasung, karena ada kesan pengkondisian dalam Pilgub Papua 2018 mendatang, hanya diikuti satu balon.

“Sehingga sebagai generasi muda, kami tim melihat bahwa ini merupakan suatu tantangan dan kebutuhan.Maka pada akhirnya kita sepakati untuk melakukan diskusi yang pada akhirnya semua sepakat mendorong Petrus Yoram Mambai untuk maju lewat jalur independen,” pungkas dia. (Erwin / Sumber Koran Harian Pagi Papua)