Hari Pertama Masuk Kerja, Sekda Akan Sidak ke Kantor Pemerintahan

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua, Tommy Israil Ilolu. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekertaris Daerah (Sekda) Papua Hery Dosinaen berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor pemerinthan untuk mengecek kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran.

Hal demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua, Tommy Israil Ilolu, di Jayapura, akhir pekan kemarin, dalam keterangan persnya kepada harian ini.

Menurut Israil selain sidak, para ASN di lingkungan Pemprov Papua akan lebih dahulu di absen dalam apel gabungan di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, pada Senin (3/7) pagi.

“Sebab sudah jelas arahan bapak Sekda kemarin, beliau ingin supaya semua pegawai negeri sipil harus masuk kerja tepat waktu di hari Senin nanti. Sehingga nanti dalam apel pagi akan diabsen dan kemungkinan rencananya bapak Sekda akan sidak untuk memastikan kehadiran para pegawai,” kata dia.

Sementara secara internal di Biro Humas dan Protokol Setda Papua, lanjut dia, pihaknya pun memberlakukan hal serupa. Dirinya tak segan-segan untuk memberi sanksi bagi para staf yang menambah waktu liburan tanpa ada keterangan resmi atau ijin.

Baca Juga :  Pemda Jayawijaya Benahi Perbaikan Layanan Kesehatan Puskesmas Kota

“Yang jelas saya secara intern di biro siap menjalankan instruksi dari bapak Sekda Papua. Tentunya ada reward dan punishment bagi staf. Kalau yang berprestasi diberi penghargaan tapi bagi yang malas apalagi jarang masuk kantor tentu kita kasih sanksi biar ada efek jera,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Papua, Hery T. Dosinaen, saat diwawancara. (LintasPapua.com / Eveerth Joumilena)

Sebelumnya, Sekda Papua Hery Dosinaen meminta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua masuk kerja tepat waktu, usai libur cuti bersama dan Lebaran selama satu minggu penuh.

Sekda mengatakan siap memberi sanksi bagi ASN yang menambah waktu liburan. Sebab waktu libur yang ada, ditambah Sabtu dan Minggu, total mencapai sepuluh hari.

“Saya rasa libur yang sudah ada ini sudah cukup panjang. Sehingga bagi pegawai yang tidak masuk kerja tepat waktu, akan kita beri sanksi,” tegasnya. (Erwin)