Wali Kota BTM Membuka Youth Bible Camp III GKP PAMA

0
11
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat memukul drumb sebagai tanda membuka kegiatan YBC III Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Papua - Maluku, di Gedung Tongkonan di Kotaraja Furia, didampingi para pendeta dan ketua majelis daerah GKP, Selasa (27/6/2017). (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat memukul drumb sebagai tanda membuka kegiatan YBC III Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Papua – Maluku, di Gedung Tongkonan di Kotaraja Furia, didampingi para pendeta dan ketua majelis daerah GKP, Selasa (27/6/2017). (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Pesan Benhur Tomi Mano Untuk Anak Muda YBC Harus Takut Tuhan, Rendah Hati dan Mengasihi Semua Orang

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepercayaan yang diberikan, tentunya berasal dari Anugerah Tuhan, demikian disampaikan Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., sekaligus memberikan tiga pesan kepada ratusan anak muda Kristen yang ikut ambil bagian dalam kegiatan Youth Bible Camp III Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Papua – Maluku (PAMA), di Gedung Tongkonan di Kotaraja Furia, Selasa (27/6/2017).

“Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk membuka acara, karena seharusnya Gubernur Papua, namun ini adalah anugerah Tuhan dan kita perlu mensyukuri dan kepada anak- anak muda yang mengikuti Youth Bible Camp III Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Papua – Maluku, saya ingin menyampaikan tiga pesan,” ujar DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat memberikan sambutan untuk membuka acara tersebut.

Dikatakan, atas nama Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan selamat datang kepada anak – anak Muda Gereja Kerapatan Pentakosta dari berbagai daerah ke Negeri Port Numbay.

“Port Numbay atau Kota Jayapura adalah surga yang jatuh ke bumi dan ini adalah rumah kita, Kota Jayapura adalah istana kita bersama dan honai tempat kita tinggal bersama,” katanya.

Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., saat membuka kegiatan YBC III Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Papua – Maluku, di Gedung Tongkonan di Kotaraja Furia, didampingi para pendeta dan ketua majelis daerah GKP, Selasa (27/6/2017).

Tomi Mano menyampaikan, bahwa visi kota ini adalah Kota Beriman, tentu didalamnya adalah orang – orang beriman dan ada orang – orang yang Takut Tuhan.

“Mantan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno berkata carilah 10 permuda dan akan merubah, sehingga pemuda punya peran dan Pemuda adalah harapan bangsa yang melanjutkan dan adalah tiang gereja yang melanjutkan pembangunan ini kedepan, maka anak – anak muda jangan menjadi serupa dengan dunia ini,” pesannya.

Wali Kota menuturkan, bahwa Pemuda akan menjadi motivator dan agen pembaharuan, karena Firman Tuhan yakni Roh yang ada pada kita lebih besar.

“Karena itu jagalah hati dan beribadahlah kepada Tuhan, sebagaimana Amsal 1 Ayat 7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan,” ucap BTM, julukan dari Benhur Tomi Mano.

Dirinya menuturkan, banyak apresiasi dan rasa bangga kepada Gereja Kerapatan di Papua, sehingga bisa ambil bagian dalam pembukaan ini, sebabnya pesan kepada pemuda untuk juga menghomrati ayah dan ibu mu.

“Supaya lanjut umur mu di atas tanah ini, serrta jangan serupa dengan dunia, akan tetapi ikutlah tipe kepemimpinan Tuhan Yesus, supaya kita selamat dan dimana saja kita hidup dan melayani,” pesan Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, DR. Benhur Tomi Mano, MM., secara khusus berpesan kepada anak – anak yang mengikuti Youth Bible Camp agar Takut Tuhan, karena menjadi seorang pemimpin harus memiliki Roh Takut Tuhan serta percaya pada Nya.

“Yang kedua anak muda harus Rendah Hati , sehingga hormati orang yang lebih tua, bahkan dalam rapat jangan terlalu sok – sok, sehingga tetap rendah hati,” sarannya.
Ditambahkan, yang ketiga sangat penting bagi anak muda adalah Harus Mengasihi semua orang.

Ketua Majelis Daerah Gereja Kerapatan Pantekosta Papua – Maluku, Pdt. Benyamin Bunga , saat menamatkan tanda peserta. (Eveerth /LintasPapua.com)

“Sebab dengan mengasihi dan menjaga diri, maka kemana saja kita melangkah dan tentunya akan menjadi orang – orang terpilih,” katanya.

Dirinya berharap, pada pemuda yang mengikuti kegiatan akan tetap menerima kebenaran Firman Tuhan dalam beberapa hari kegiatan, maka harus menjadi garam dan menerangi tempat dimana kita berada. “Jagalah hati mu dan diri mu anak muda dan mari kita melawan paham- paham radikalisme,” tandasnya.

Terkait hal ini, Ketua Majelis Daerah Gereja Kerapatan Pantekosta Papua – Maluku, Pdt. Benyamin Bunga megatakan, melalui acara Youth Bible Camp nantinya dapat mempererat persekutuan pemuda, secara khsus gereja kerapatan dan membina calon – calon pemimpin yang takut Tuhan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menghasilkan generasi yang membawa terobosan baru,inilah harapan kami yang kami percaya akan terwujud, intinya kami yakin pertemuan ini akan menghasilkan sesuatu yang positif bagi pelayanan umat Tuhan, tentunya dengan memelihara kebersamaan dan kedamaian selama kegiatan,” harap Pdt. Benyamin Bunga.

Kegiatan berlangsung dari tanggal 27 – 29 Juni 2017, Sedangkan informasi yang hadir sebanyak 170 orang yang datang dari berbagai daerah Timika, Ambon, Yapen, Nabire dan Kabupaten Jayapura.

Peserta Youth Bible Camp III Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Papua – Maluku. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“YBC 2017 saat ini mengangkat tema “Breakthrough Generation” atau generasi yang menerobos dunia, yang diambil dari ayat tema Tawarikh 14 : 11, yakni Allah telah menerobos musuh ku dengan perantaraan seperti air menerobos,” ucap Ketua Panitia, Pdm. Hiskia, S.Th., yang disampaikan melalui Sekretaris, Markus Sakubongga, S.Pd., dalam sambutnya. (Eveerth Joumilena)