Muslim Wamena Menebar Maaf dan Membangun Kebersamaan

0
26
Pelaksanaan Solat ID di Halaman Masjid Agung Baiturrahman Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya. (Ema)
Pelaksanaan Solat ID di Halaman Masjid Agung Baiturrahman Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya. (Ema)

WAMENA (LINTAS PAPUA) – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri Isyawal 1438 Hijriah tingkat Kabupaten Jayawijaya dilaksanakan di 13 masjid yang ada di Wilayah Kabupaten, tentunya Jamaah Muslim Wamena menebar maaf dan membangun kebersamaan.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Jayawijaya, Soltan Takdir, ST.M.Si menjelaskan, untuk wilayah dalam kota ada 5 masjid yang melaksakan Sholad ID, sedangkan 8 masjid yang melaskanakan Sholad ID berada di luar kota Wamena.

“Ada 13 titik yang melaksankan Sholad ID, dimana 5 titik ada di dalam kota dan 8 titik ada di luar kota Wamena,” jelas Soltan Takdir, Minggu (25/6/2017) usai pelaksanaan Sholat ID bersama dihalaman Masjid Agung Baiturrahman Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Dijelaskan, pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri Isyawal 1438 Hijriah tingkat Kabupaten Jayawijaya 2017, umat Muslim Kabupaten Jayawijaya mengangkat Tema tentang rekonsiliasi umat menebar maaf dan membangun kebersamaan, dan Tema yang diangkat berdasarkan isu Nasional yang lagi hangat dan perlu diangkat untuk membuktikan bahwa kita semua masih dalam kesatuan Negara NKRI.

“Tema ini serentak kami lakukan di Kabupaten Jayawijaya dan ini isu nasional yang lagi hangat,” ungkap Soltan Takdir.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Kabupaten Jayawijaya, H. Ahmad Solehudin menyampaikan Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat Islam yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya.

Lebih jauh dikatakan, MUI juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh element bangsa terutam TNI dan POLRI, Satpol PP, FKUB, PGGJ serta semua saudara seiman yang ada di Jayawijaya, karena telah bersmaa-sama menjaga dan mengamankan jalannya bulan puasa hingga pelaksanaan Sholad ID.

“Semoga kebersamaan ini terus terbangun dan tercipta, sehingga menghasilkan kedamaian ditengah-tengah umat yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan dipegunungan tengah Papua,” ungkap H. Solehudin. (Ema)