Tak Lolos Tes Akpol, Puluhan Anak Papua Aksi Damai ke Pemprov Papua

0
270

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Puluhan putra dan putri asli Papua berunjuk rasa mengadukan nasib mereka ke Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Hery Dosinaen, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (20/6)/2017.

Aksi yang dpimpin Pdt. John Baransano, mereka mengeluhkan tak ada keberpihakan pihak panitia penerimaan tes bintara kepolisian (Secaba) kepada putra dan putri asli Papua. Tercatat sekitar 200-an anak asli Papua telah dinyatakan gugur dalam tes tersebut.

“Kami datang ke tempat ini untuk mengadukan tak ada keberpihakan kepada orang asli Papua dalam penerimaan tes Secaba. Padahal anak-anak ini datang dari kabupaten yang jauh. Bahkan ada yang dari Wamena, kemudian kabupaten di pegunungan lainnya. Sehingga kita harap bapak Sekda bisa memperhatikan aspirasi kami,” ujar Pdt. John Baransano.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen mengatakan, merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa anak-anak Papua tersebut. Pihaknya akan segera melaporkan hal itu kepada Gubernur Papua untuk selanjutnya dicarikan solusi bersama Kapolda.

“Menengai anak-anak asli Papua yang berunjuk rasa karena tak lolos tes secaba kepolisian, kita prihatin. Ini tentu nanti (akan kita sampaikan kepada) bapak Gubernur untuk dikoordinasikan dengan bapak Kapolda,selanjutnya diharapkan bisa diakomodir,” pintanya.

“Tapi yang saya perlu sampaikan memang untuk masuk tes di kepolisian ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Bukan hanya di secaba kepolisian, tetapi juga di IPDN justru banyak juga anak-anak kita yang tidak diterima karena gred yang dipersyaratkan sangat tinggi. Sehingga kemarin kita minta di kepolisian untuk diturunkan, baik tinggi badan kesehatan dan lainnya,” kata dia.

Ditambahkan Sekda, masalah ini akan menjadi perhatian pihak pemerintah provinsi dalam waktu dekat ini. Sehingga pihaknya akan segera menjadwalkan pertemuan bersama seluruh stake holder diantaranya DPRP, MRP dan Kapolda.

“Sehingga nanti semuanya bakal duduk berkoordinasi untuk merealisasikan bagaimana merekrut lebih banyak anak-anak asli Papua (supaya bisa diterima di kepolisian),” tuntasnya. (Erwin/ Harian Pagi Papua)