BPLH Imbau Kabupaten Sosialisasi Untuk Warga Jaga Daerah Resapan

0
427
Ilustrasi Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) mengimbau kabupaten dan kota memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat guna menjaga daerah resapan, dala hal ini hutan sagu.

Hal demikian disampaikan Kepala BPLH Papua Noak Kapisa, di Jayapura, saat diwawancara harian ini.

Menurut dia, ada peraturan daerah yang dapat menjerat warga yang merusak hutan sagu. Sehingga pemerintah daerah diminta rutin mengadvokasi masyarakat agar tidak terjerat masalah hukum serta bencana alam di masa mendatang.

“Makanya kita imbau sekali lagi agar pemda-pemda di Papua harus rutin mensosialisasi. Misalnya, Pemerintah Kabupaten Jayapura, kita minta terus sampaikan hal ini masyarakat agar menjaga hutan sagu atau daerah resapan. Ini sangat penting supaya tidak terkena masalah hukum tetapi juga bencana banjir bisa diminimalisasi di masa mendatang,” kata dia.
Dia mengajak masyarakat untuk berkaca pada pengalaman bencana alam yang terjadi di wilayah Jayapura, beberapa waktu lalu. Dimana akibat penebangan hutan sagu, berdampak negatif terhadap sebagian daerah Khalkote maupun Yahim.
“Sejumlah daerah sekitarnya terendam air Danau Sentani yang naik karena daerah resapan menjadi kurang akibat penebangan pohon sagu,” katanya.

“Sebab bisa saya katakan seperti di daerah Khalkote maupun Yahim Kabupaten Jayapura, selama ini menjadi daerah resapan tapi sudah tidak berfungsi dengan baik. Karena itu, diharapkan tak hanya pemda tapi juga masyarakat bisa menjaga daerah resapan. Caranya bagaimana, yaitu menjaga pohon sagu yang ada sehingga daerah resapan bisa terjaga dengan baik. Kemudian pemukiman warga tak lagi terendam” tuturnya.

Hutan Sagu Disekitaran Danau Sentani di Kampung Ayapo (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen menyampaikan hal senada. Ia berharap masyarakat agar lebih sadar menjaga daerah resapan sehingga bencana banjir yang pernah terjadi di Kampung Khalkote, Yahim, dan Yoboi Kabupaten Jayapura, karena naiknya air Danau Sentani, tak lagi terulang.

Kepala BPLH Papua, Noak Kapisah. (Erwin)

“Kita harap air Danau Sentani yang merendam pemukiman warga sekitarnya tak lagi terjadi. Karena itu, saya serukan masyarakat untuk jaga daerah resapan. Jangan sembarangan menebang hutan kayu, supaya tak ada lagi bencana yang terjadi di masa mendatang,” imbaunya. (Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here