GMKI Cabang Sentani Siap Gelar Konfercab

Category: Lintas Papua, Pendidikan 11 0

Plt. Ketua GMKI Cabang Sentani, Elisa Bouway, (Eveerth/LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Sentani, Kabupaten Jayapura siap menggelar Konferensi Cabang ke – V – (lima) di Kota Sentani, yang direncanakan tanggal 24 – 25 Juni 2017.

“Persiapan sudah mencapai 70 persen dan direncanakan tanggal 24 – 25 Juni akan dilaksanakn Konfercab GMKI Cabang Sentani,” ujar Plt. Ketua GMKI Cabang Sentani, Elisa Bouway, kepada Harian Pagi Papua, yang ditemui di Abepura, Jumat (16/6/2017).

Disampaikan, bahwa kegiatan ini degan mengambil tema “Berdamailan dengan sesama ciptaan, sebagaimana diambil dalam Kitab Kolose 1 : 15 – 23, sedangkan sub tema adalah “Membudayakan hidup damai dan adil dalam membanbgun relasi dengan semua ciptaan sebagai wujud persaudaraan di Negara Pancasila”.

“Oleh Sebab itu, kami harapkan semua dukungan dari Pemerintah Daerah hingga para senior members GMKI, guna mendukung suksesnya Konfercab ke lima di Sentani,” pintanya.

Diakui, dalam acara pembukaan akan dilalui degan buka pausa bersama dengan berbagai organisasi cipayung lainnya dan semua kelompok pemuda dan mahasiswa.

Baca Juga :  Pesawat Tri M.G Asia Untuk Dukung Tol Laut di Pegunungan

“Kesiapan pelaksanaan 70 persen dan rencana Senin kita akan distribusi undangan lagi kesemua anggota dan berharap bisa datang dan mengikuti kegiatan,” harapnya.
Diakui, sebelum pembukaan kegiatan ada audience dengan pemerintah provinsi Papua dan pemerintah kabupaten yang mana GMKI mendorong pemberatasan Perda Miras Nomor 5 /2013, selain itu GMKI juga mendukung sona integrItas kedamaian umat beragama di kabupaten Jayapura.
“Bersamaan dengan bukan puasa direncanakan akan hadir 300 orang , jadi selain pemuda gereja juga ada pemuda masjid,” jelasnya.

Otniel Deda, saat diwawancara. (Eveerth/LintasPapua.com)

Sementara itu, Senior GMKI Papua, Otniel Deda mengakui, Konfercab ini tentunya akan menjadi momentum untuk evaluasi kepengurusan dan bagaimaa GMKI melihat kebijakan pemerintahj, misalnya kabupaten jayapura dengan zona integritas kedamaian.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan, GMKI harus tunduk pada AD/ART, dan adalah bagian dari pelayanaan dan organisasi kader yang takut akan tuhan, GMKI Harus independen dan netral dan memposisikan diri untuk tetap dalam jalur organisasi,

“Kalau terlibat dalam politik, jangan membawa nama GMKI, sehingga kedewasaan melihat GMKI sebagai wadah cipayung yang menjujungi tinggi nilai kepercayaan terhadap Tuhan dalam wawasan dan tindakan dan terutama bagaimana mendukung kabupaten jayapura yang lebih baik,” pesannya Otniel Deda. (Eveerth Joumilena)

Baca Juga :  Soroti Nawacita, GMKI Gelar Diskusi Evaluasi 3 Tahun Jokowi - JK
Tags:

Related Articles