BTM Minta Dinas Kesehatan Kerja Serius Sehatkan Masyarakat

0
51
Wali kota Jayapura, DR, Drs Benhur Tomi Mano, MM (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sebanyak 13 Puskesmas di Kota Jayapura dan Dinas Kesehatan Kota Jayapura dihimbau Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano. MM, agar mengoptimalkan pelayanan dengan serius kepada masyarakat, mengingat buget anggaran yang dikelola oleh OPD dan unit tersebut sangat besar, hal ini disampaikannya saat rapat bersama Dinas Kesehatan Kota Jayapura serta Kepala Puskesmas diruang rapat Wali Kota Jayapura, Selasa 13 Juni 2017.

“Pelayanan harus dimantapkan dan permasalahan-permasalahan yang ada diprogramkan dalam anggaran yang bisa kita pertimbangkan dan optimalkan pelayanan Puskesmas, pelayanan 24 jam untuk 6 Puskesmas dan 2 Puskesmas 18 jam untuk dioptimalkan,” ujar Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano.MM., sebagaimana informasi yang diterima dari Humas Pemerintah Kota Jayapura.

Berdasarkan laporan kepala BPKAD Kota Jayapura Adolf Siahaya kepada Wali Kota Jayapura, dalam laporannya pada Wali Kota Jayapura dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa total buget anggaran yang dikelola OPD terkait untuk tahun 2017 mencapai 30 Milyar lebih, dari dana DAK Non Fisik serta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau hitung untuk DAK Non Fisik itu ada 8 Milyard lebih, tambah JKN 21 milyar jadi berarti ada 30 Milyar lebih yang terdistribusi ke puskesmas”. Lapor Adolof Siahaya, Kepala BPKAD Kota Jayapura.

Khusus JKN yang selama ini merupakan item Dana Hibah, maka diminta untuk diakomodir kedalam RKA agar penjabarannya melalui rencana program bisa juga diperiksa oleh BPK, sehingga bila ada item yang belum terakomodir dan teranggarkan dalam RKA segera untuk direvisi.

Selain DAK Non Fisik dan JKN pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga mempunyai beberapa pos anggaran pembiayaan pelayanan kesehatan yakni bersumber dari dana BOK, Akreditasi Perpuskesmas, Jaminan Persalinan, KPS, juga 15% Otsus, DAU dan DAK.

Untuk itu, Wali Kota Jayapura meminta agar selain mengoptimalkan pelayanan kesehatan dan infrastruktur, OPD terkait diminta untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga medis, terutama Dokter yang bertugas di 13 Puskesmas di Kota Jayapura, mengingat dana yang dikelola oleh tiap Puskesmas di Kota Jayapura berdasarkan laporan BPKAD Kota Jayapura mencapai 7 milyar yang terbagi 60-40 sesuai Juknis yang berlaku, yakni 60% untuk Jasa Medik dan 40% untuk Alkes, BHP, OBAT dan Operasional.

Khusus untuk Operasional Wali Kota mengatakan akan didukung dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang baru agar menunjang kinerja tenaga medik dengan baik dan optimal,juga termasuk didalamnya kader pos yandu aktif.

“Untuk operasional dari 40% itu akan kita dukung juga dengan Perwal yang baru,untuk menunjang kinerja semua tenaga medic disemua puskesmas, karena saya mau semua warga saya yang sakit kerumah sakit pulang dengan keadaan sehat, bukan pergi sakit keluar malah meninggal, karena ditelantarkan,” tambah Wali Kota Jayapura. (***)