16 Bakal Calon Bupati Resmi Mendaftar di PDIP Wamena

Category: Lintas Papua 145 0

Yohanis Walilo, S.Sos.M.Si Saat Mengambil Formulir Pendaftaran Di Sekretariat Panitia Pendaftaran Partai PDIP Perjuangan (Ema)
WAMENA (LINTAS PAPUA) – Hingga kini, sudah ada 16 Pasangan bakal Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya periode 2018-2023 yang mendaftar ke Panitia Penerimaan Bakal Calon dari Partai PDIP DPC Kabupaten Jayawijaya, dimana dua pasangan bakal calon sudah mengembalikan berkas ke secretariat PDIP Jalan Ambon Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Penerimaaan Bakal Calon Bupati dan Wabup Jayawijaya Periode 2018-2023, Taufik Petrus Latuhamallo menjelaskan, dari 16 pasangan Bakal calon yang telah terdaftar, dua diantaranya telah mengembalikan berkas, diantaranya Pasangan Jhon Banua dan Marten Yogobi serta Petrus Hubi.

“Memang dari berkas-berkas yang dikembalikan itu,masih ada yang perlu diperbaiki dan sudah kami sampaikan kepada tim suksesnya untuk segera dilakukan perbaikan sampai batas waktu tanggal 28 mendatang,” ungkap Taufik Petrus Latuhamallo saat di temui wartawan, Rabu (14/6/2017) di halaman Kantor Klasis Wamena.

Dijelaskannya, batas perbaikan berkas harus dilakukan sebelum tanggal 28 nanti, karena jika melewati tanggal yang diisebutkan maka panitia tidak akan lagi menerima berkas ataupun perbaikan dari pasangan calon.

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Harapkan Dua Pos Batas  RI - PNG  Difungsikan

Dikatakan, peserta yang mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati dan Wabup Jayawijaya periode 2018-2023, hampir sebagian bersar berlatar belakang pekerjaan sebagai ASN, hanya beberapa orang yang berlatar belakang Politisi dan pengusaha.

Sementara itu, Petrus Huby, yang merupakan salah satu Bakal Calon Bupati periode 2018-2023 dan juga sebagai Ketua DPC Partai PDIP Kabupaten Jayawijaya menjelaskan, dirinya bersama tim Petrus Bani Balim (PBB) telah mengembalikan berkas pada tanggal 13 Juni 2017.

Dikatakannya, sejauh ini, dirinya bersama tim PBB telah mendaftar di partai PDIP dan Golkar Jayawijaya, dimana partaiyang lain di Wilayah Kabupaten Jayawijaya belum membuka pendaftaran yang sama yang dilakukan oleh PDIP dan Golkar.

“Kami merasa kecewa dengan partai yang lain karena belum membuka diri, padahal hal ini harus dilakukan untuk memberikan pelajaran politik kepada masyarakat Jayawijaya,” ungkap Petrus.

Terkait belum dibukanya pendaftaran oleh partai lain di Kabupaten Jayawijaya, Petrus Huby menyampaikan kekecewaannya, karena di daerah lain, bahkan di provinsi telah membuka tahapan pendaftaran, namun untuk Kabupaten Jayawijaya menjadi pertanyaan besar karena partai lainnya belum membuka diri.

Baca Juga :  Ratusan Guru di Wamena Aksi Damai Tuntut Pembayaran Haknya

“Partai itu bukan perusahaan tetapi milik rakyat, dan saya menilai teman-teman partai lain tidak mau membuka diri, sehingga kami kesal, karena kita tidak boleh menutupi hak politik seseorang,” ungkap Petrus Huby. (Ema)

Related Articles