John Wempi Wetipo Daftar Cagub Papua ke Partai Golkar

Category: Lintas Papua 31 0

John Wempi Wetipo menerima formulir dari Ketua Tim Seleksi Balon Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati/wakil Bupati, Sefnat Masinifit di kantor Seketariat Golkar di Jalan Percetakan. (ISTIMEWA)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA)– Usai mengambil formulir di Partai PDI Perjungan dan PKS, calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW) secara resmi melamar Partai Golkar dengan mengambil formulir sekaligus mendaftar di sekretariat DPD Golkar Provinsi Papua, jalan percetakan Jayapura, Senin (12/6/2017).

JWW yang mendaftar didampingi Penasehat Relawan Paul Wetipo langsung diterima oleh Ketua Harian DPD Golkar Papua, Paskalis Kossay didampingi Bendahara dan Ketua Tim Seleksi Balon Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati/wakil Bupati, Sefnat Masinifit.

“Pengambilan Formulir oleh JWW di Partai Golkar sebagai jalan untuk melakukan proses seleksi yang akan dilakukan Timsel, yang kemudian akan ditawarkan kepada rakyat Papua untuk menilai siapa yang terbaik untuk menjadi Gubernur Papua 2018-2023,” kata Paskalis.

Paskalis menyampaikan, partai berlambang beringin ini tentunya merasa bangga karena semakin banyak tokoh-tokoh Papua yang mendaftar melalui partai ini. dimana saat ini sudah ada 7 orang mendaftar antara lain, Lennis Kogoya, Pdt. Albert Yoku, Mesak Manibor, Lukas Enembe, Ones Pahabol, Paulus Waterpauw dan John Wempi Wetipo.

“Nanti semua formulir pendaftaran akan di proses sebagai mana diatur dalam juklak nomor 6 tahun 2016. Tim Seleksi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur tetap meletakkan dasar secara transparan dan profesional sesuai aturan yang berlaku dan apabila sesuai dengan keinginan rakyat maka itulah yang terbaik,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Wetipo : Kalau Hanya Cabor Catur Kita Terima, Datang Saja !

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Balon Gubernur Papua Sefnat Masnifit mengatakan, penyerahan Formulir kepada JWW selaku calon Gubernur Papua diharapkan dikembalikan sesuai tanggal yang sudah disampaikan kepada masing-masing calon sehingga melakukan verifikasi administrasi.

Dimana formulir telah disesuaikan dengan persyaratan PKPU, yang mana persyaran ada yang bersifat umum dan persyaratan khusus. Sedangkan sedangkan persyaratan khusus ditunjukan kepada internal Partai Golkar.

“Jadi kami sebagai Tim Seleksi menjalan sesuai dengan juklak nomor 6 tahun 2016. Namun yang menentukan siapa yang menjadi Gubernur hanya Tuhan yang tau dan untuk mendapatkan rekomendasi hanya Tuhan, sehingga apapun pilihan yang diberikan semua telah diatur oleh Tuhan,” paparnya.

Sementara itu calon Gubernur Papua John Wempi Wetipo, mengatakan dirinya mendaftar sekaligus mengambil formulir pendaftaran di Partai Golkar karena melihat Golkar adalah partai Nasionalis yang membuka diri untuk melakukan seleksi bagi setiap calon Gubernur.

“Sebagai warga Negara Indonesia saya punya hak untuk dicalonkan dan mencalonkan. Partai Golkar merupakan partai nasionalis dan saya datang kesini bukan ditempat yang salah. Saya serahkan semuanya kepada Partai dan selanjutnya partailah yang menentukan siapa yang terbaik untuk memberikan pilihan kepada calon Gubernur,” katanya.
JWW dengan panggilan akrabnya ini mengaku siap bertarung di kancah politik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua tahun 2018 mendatang.

Baca Juga :  Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT Resmi Dilantik Menristekdikti Jadi Rektor Uncen

“Sudah saatnya kita bertarung dengan kader-kader terbaik,” pungkasnya.

Lebih lanjut Bupati Jayawijaya dua periode itu menjelaskan selain mendaftarkan diri di Partai Golkar, sebelumnya juga telah mendaftar di Partai PDI Perjuangan dan Partai PKS.

“Rencananya partai PPP, Gerindra dan Hanura juga akan saya ambil formulir. Sayangnya Partai Demokrat yang menyebutkan dirinya demokratis, namun tak membuka diri. Kalau Partai Demokrat buka pendaftaran, saya juga pasti mendaftar disana,” pungkasnya.

Sebelumnya JWW juga menyampaikan sudah melakukan seleksi terhadap nama-nama yang diajukan tim pemenangan untuk siapa yang akan mendapinginya nanti maju sebagai Gubernur Papua.

“Sudah dalam tahap seleksi siapa yang cocok nanti mendampingi saya. Bisa juga dari Golkar, namun kami masih melakukan survei, siapa yang tertinggi dari belasan nama itu, tentu akan saya pilih, jadi semua sesuai hasil survei,” paparnya. (jrp/ Harian Pagi Papua)

Related Articles