Ketua KNPI Papua Ajak Masyarakat Cerdas Memfilter Informasi

Category: Lintas Papua, Sosial Masyarakat 5 0
Ketua KNPI Papua, Max Olua, saat berbicang – bincang dengan media di Abepura. (Eveerth / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kita masih belum belajar beradaptasi untuk lebih bijak merespon perkembangan ini dan menganggap semua informasi yang diterima adalah benar, ini berbahaya.

Demikian disampaikan Ketua KNPI Papua, Max Olua, sekaligus menegaskan, bahwa Kita harus cerdas dan cakap, jangan hanya karena satu berita bohong akhirnya sesama pemuda saling ribut apalagi menjadi pemicu konflik horisontal.

“Belum lagi kemarin saya dengar presentase orang memverifikasi kebenaran sebuah berita itu sangat minim,” ujar Max Olua, saat ditemui di Abepura, Kamis (8/6/2017).

Dikatakan, Sulit sekali membendung informasi yang muncul di Medsos dan parahnya lagi tidak semua benar namun tetap dikonsumsi sebagai informasi yang dipercaya.

“Melihat kondisi pemuda saat ini yang mudah sekali terprovokasi dengan informasi yang belum sepenuhnya benar dan banyak beredar di media sosial,” akuinya.

Dirinyua menilai, media sosial banyak memberikan informasi dari berbagai penjuru negeri namun tidak semua berisi kebenaran. Informasi yang ada harusnya difilter lebih dulu dan bukan ditelan mentah-mentah.

Dikatakan, ampir setiap anak di Jayapura pasti memiliki Facebook, namun sayangnya tidak semua orang pandai memilah informasi yang diterima.
“Ini cukup meresahkan sebab kini Hp bisa digenggam kapan sana dan diakses dimana saja,” katanya.

Max Olua, yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua ini menuturkan, bahwa yang kadang menjadi persoalan juga, ketika informasi dan teknologi kian cepat berkembang sementara kita masih belum belajar beradaptasi untuk lebih bijak merespon perkembangan ini dan menganggap semua informasi yang diterima adalah benar.

“Ini berbahaya. Kita akan mudah sekali diadu domba,” nilainya.

Pria asal Kampung Yoka ini menambahkan, bahwa dulunya kita tidak tahu apa itu FB, Instagram maupun Twiter, namun perlahan-lahan kita dimanjakan dengan berbagai pelayanan sosial ini yang merambah hingga ke masyarakat akar rumput.

“Nah kita juga tidak tahu apa saja informasi yang benar maupun yang salah sehingga wajib untuk lebih teliti,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)

Baca Juga :  Pelestarian Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Related Articles