Kaka Lukas Enembe Ajak Partai Politik Koalisi Bersama Bangun Papua

Category: Lintas Papua 26 0
Suasana Kebersamaan Pengurus PDIP dan Demokrat Papua, saat menunggu kedatangan Kaka Lukas Enembe. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Membangun Papua memang bukan satu dua orang, sekalipun dirinya adalah pemimpin, demikian sikap mulia Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., dengan kesederhanaan dan kerendahan hati mengajak semua partai – partai politik berkoalisi untuk duduk bersama berbicara dan berkomitmen membangun Papua bersama – sama.

“Membangun Papua perlu kebersamaan, sehingga kita perlu koalisi, demikian kita tidak memandang paartai ini satu kursi atau partai itu dua kursi, namun semua adalah penting dan mempunyai peranan besar untuk duduk bersama membicarakan masalah pembangunan di Papua, sehingga walaupun Partai Demokrat memiliki 16 Kursi di DPR Papua dan memenuhi syarat, namun kita ingin partai politik berkoalisi untuk bersama membangun Papua,” ujar Kaka Lukas Enembe, usai mengambil formulir pendaftaran di Kantor PDIP Papua, Rabu (7/6/2017) kemarin.

Dijelaskan, bahwa semua harus hidup bersama dan duduk bersama membicarakan masalah Papua, sama halnya kita juga membuka peluang koalisi dengan partai – partai politik lainnya.

Suasana Penjelasan dari Sekretariis Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Edwin Kabarek, didampingi Bendahara PDIP Papua, Ibu Christine L. Mano, saat menerima kedatangan pengurus Partai Demokrat Papua. (Eveerth /LintasPapua.com)

Lebih lanjut, Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe membuka kemungkinan untuk menggandeng wakil dari PDI Perjuangan. Meski membuka ruang, Lukas tetap memprioritaskan untuk kembali menggandeng Klemen Tinal sebagai wakilnya pada Pilgub 2018 mendatang.

Baca Juga :  Gubernur Papua Akui Pentingnya Data Untuk Keberhasilan Pembangunan

“(Terkait syarat untuk gandeng wakil dari PDIP) nanti kita lihat dulu karena Golkar juga menginginkan begitu. Mereka ingin saya tetap (gandeng) dengan Klemen Tinal sebagai wakil gubernur,” katanya.

“Apalagi selama ini kan kita berhubungan baik dengan Klemen Tinal, apalagi (Golkar) kemungkinan akan memberikan dukungan kepada kita,” kata Lukas, usai mengambil formulir pendaftaran di Kantor PDIP Papua, Rabu (7/6) kemarin.

Lukas menyatakan untuk membangun Papua, tak bisa hanya dilakukan oleh satu partai saja.Dibutuhkan koalisi bersama dengan semua partai politik. Dilain pihak, Demokrat tak memandang remeh partai lain, sehingga ingin berkoalisi dengan semua pihak, tak terkecuali PDI Perjuangan.

“Intinya kita tidak memandang sudah cukup hanya dengan satu partai saja untuk membangun. Kita anggap semua partai harus punya peranan untuk bersama-sama kita koalisiserta membicarakan masalah pembangunan,” tuturnya.

“Tapi saya tidak tahu nanti seperti apa keputusan PDI Perjuangan. Sebab mereka memiliki mekanisme sendiri untuk memutuskan. Paling tidak kita ikut daftar datang ke PDIP dengan harapan bisa membuka koalisi. Selanjutnya apapun keputusan mereka, itu haknya. Tapi pada intinya kita sudah menyatakan siap untuk bergabung,” terang dia.

Baca Juga :  Upacara HUT RI di Stadion Mandala Disemarakan Atraksi Helikopter
Kaka Lukas Enembe, saat tiba di kantor PDIP Papua dan disambut pengurus partai untuk ambil formulir pendaftaran Calon Gubernur Papua 2018. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Sebelumnya, Lukas menyatakan sejumlah partai politik telah secara lisan menyatakan ingin bergabung dengan Demokrat dalam Pilgub 2018 mendatang.

Sejumlah partai tersebut, yakni Golkar yang kemungkinan dalam waktu dekat segera mendeklarasikan memberi dukungan kepadanya bersama Klemen Tinal.
Selanjutnya, menyulus PAN, PKPI, Nasdem, PKB dan Hanura. “Kalau Gerindra belum komunikasi resmi. Tapi yang jelas sudah pernah kita sampaikan dengan Ketua Gerindra Papua, ibu Yanni. Selanjutnya terserah yang bersangkutan,” ucapnya.

Sementara Pengurus Demokrat Papua, Carolus Bolly menegaskan, pendaftaran Lukas Enembe bertujuan membangun sebuah koalisi besar untuk membangun Papua. “Sebab sudah merupakan hal yang lumrah antar partai untuk berkoalisi.

“Kami Parta Demokrat tidak ingin memposisikan sebagai partai yang arogansi, karena memiliki kursi terbanyak di DPRP, tentunya kami juga melihat partai lain, merangkul mereka untuk berkoalisi,” Kata Carolus Bolly, yang juga Anggota DPR Papua ini. (Eveerth Joumilena /Erwin)

Related Articles