Sekda Lanny Jaya Bantah Dana Rp 4 M Untuk Bayar DKPP

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait membantah dana operasional milik Bank Papua setempat senilai Rp4 miliarhendak dipergunakan untuk kepentingan Bupati Befa Jigibalon dalam sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta.

Hal ini disampaikan Sekda Sohilait, dalam keterangan resminya, Selasa (6/6/2017) di ruang wartawan Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Ia menjelaskan,awalnya dana operasional Rp4 miliar tersebut hendak diangkut dari Kantor Cabang Wamena menuju Tiom, Lanny Jaya. Dalam perjalanan, mobil milik Bank Papua disandera oleh masyarakat, hingga pegawai bank mengambil keputusan untuk kembali lagi ke Wamena guna mengamankan dana tersebut.

“Masyarakat yang menyandera berdalih, dana operasional Bank Papua Tiom ini hendak dipergunakan oleh Bupati Befa Jigibalon untuk membayar sejumlah pihak di sidang DKPP Jakarta,” katanya.

“Padahal dana itu hendak dipergunakan sebagai operasional Bank Papua di Tiom Lanny Jaya pada hari ini (Selasa,red). Intinya tuduhan yang mengatakan bahwa Bank Papua mau bawa uang Rp4 miliar dan akan dipakai oleh Bupati Lanny Jaya terpilih, Befa Jigibalon, saya tegaskanitu tidak benar,” ucap dia.

Sekda memastikan kegiatan di DKPP, tak berkolerasi dengan pemerintahan yang sementara berjalan di Kabupaten Lanny Jaya. Dilain pihak, Pemda Lanny Jaya sudah memiliki bupati dan wakil bupati yang sah dan telah dilantik oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dengan SK Mendagri.

“Karena itu, saya ingin sampaikan kepada seluruh intelektual Kabupaten Lanny Jaya untuk tidak memberikan informasi yang tidak benar atau sampaikan memprovokasi masyarakat. Saya sampaikan bahwa pemerintahan Lanny Jaya sudah sah. Yaitu saudara Befa Jigibalon sebagai bupati dan Yenis Kogoya sebagai wakil bupati,” tuturnya.

“Karena itu,marilah kita semua memberikan dukungan kepada mereka berdua selama lima tahun mendatang,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Sekda mengecam segala bentuk tindakan masyarakat yang menghalangi kegiatan maupun aktivitas dari Bank Papua di Tiom Lanny Jaya. Dirinya mengimbau aparat keamanan untuk menindak tegas serta memproses masyarakat yang melakukan provokasi atau menghalang-halangi tugas pihak bank.

“Saya sudah ketemu Kapolda dan Kapolres untuk menjelaskan masalah ini. Karena itu, saya imbau semua masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu Bupati Befa Jigibalon melakukan pertemuan lengkap bersama seluruh warga maupun stake holder terkait mengenai permasalahan in,” katanya.

“Karena itu, sekali lagi jangan kita merusak kabupaten yang kita sudah bangun dengan susah payah ini hanya demi kepentingan seseorang. Mari kita memberikan dukungan kepada pemerintahan yang sah, sehingga pelayanan kegiatan pembangunan, pendidikandan kesehatan boleh terlaksana dengan baik,” ajaknya. (Erwin)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...