BTM Tegaskan Nasib Pelatih Lestiadi Ditentukan di Madura

Category: Olahraga 26 1

Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano yang juga Walikota Jayapura, saat memberikan keterangan kepada pers di Jayapura, semalam. (Erwin)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Manajemen Persipura Jayapura memastikan nasib pelatih Lestiadi ditentukan pada hari ini, saat tim “mutiara hitam” bentrok dengan tuan rumah Madura United.

Bila kembali menelan kekalahan, Lestiadi dipastikan lengser dari jabatannya sebagai Pelatih Persipura Jayapura.

“Nasib pelatih (Lestiadi) ditentukan di Madura. Saya sudah warning (berikan peringatan) kalau (mau ingin menjabat sebagai pelatih), di madura harus raih kemenangan,” sebut Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano, Selasa (6/6/2017) di Jayapura, usai mengikuti rapat kerja daerah (Rakerda) bupati dan Walikota se- Papua.
Tommy mengaku berang dengan kepemimpinan Lestiadi yang dinilai tak becus meracik strategi saat skuad Persipura dipecundangi PSM Makasar dengan skor lima gol, beberapa waktu lalu. Apalagi saat “Mutiara Hitam” bermain dengan 10 pemain, pelatih Lestiadi tak memainkan skema bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mengendalikan pertandingan.

“Usai pertandingan dengan PSM saya langsung adakan rapat. Saya marah besar (dengan strategi pelatih). Makanya saya sudah perintahkan manajer segera cari pelatih baru (untuk persiapan)”.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Dorong Negara Anggota G20 Bersatu Lawan Terorisme

“Sebab bagaimana pun seorang pelatih dalam masa genting dia harus lekas-lekas membuat perubahan (strategi). Apalagi PSM musim ini sangat hebat. Karena itu, kalau masih sejak menit awal kita sudah main dengan 10 orang, pelatih harus berupaya supaya jangan sampai kebobolan. Misalnya pasang 1 striker dan harus bertahan sambil andalkan serangan balik. Ini justru yang bersangkutan tidak buat apa pun, hanya tinggal duduk tenang di bench,” keluhnya.

Tim Mutiara Hitam, julukan Persipura Jayapura (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Tak sampai disitu, Tommy juga mengkritik keputusan Pelatih Lestiadi yang tak menyertakan Ruben Sanadi ke Makasar. Padahal yang bersangkutan adalah pemain senior yang mampu berkontribusi untuk tim.

Belum lagi selisih paham dengan pelatih fisik Lydio De Souza yang pada akhirnya memilih untuk mundur, hingga berpengaruh pada kondisi fisik skuad Persipura. Terakhir, ia menyindir keputusan tak memainkan Ricardhino padahal yang bersangkutan memiliki tehnik tinggi serta umpan akurat dan ketrampilan mengeksekusi bola-bola mati.

“Serta Pahabol yang kita sudah tau memiliki kecepatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Tentu keputusan ini merugikan tim. Pelatih tidak boleh membuat blok-blok antar pemain.Harusnya pelatih menjaga kebersamaan dan kekompakkan. Itu yang terpenting bagi Persipura untuk bisa tetap kompetitif di Liga 1,” harapnya. (Erwin)

Baca Juga :  Tablasupa Tawarkan Potensi Wisata dan Cenderawasih Menari

Related Articles

  • Pecat saja Pak, masih banyak Pelatih2 Handal di Papua.