Gubernur Papua Bantah Intervensi Pilkada Tolikara

0
10
Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam sebuah kesempatan saat diwawancara. (Erwin)
Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat diwawancara. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Gubernur Papua Lukas Enembe membantah melakukan intervensi dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 18 distrik Kabupaten Tolikara pada 17 Mei 2017 lalu.

Mantan Bupati Puncak Jaya ini menuturkan, keberadaannya di Kanggime Tolikara, berkapasitas sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua bukan sebagai gubernur.

“Saya kan (datang) dengan sebagai kapasitas pimpinan Parpol Demokrat. Kemudian Kanggime di Tolikara itu kampung saya,” terang Lukas di Jayapura, Sabtu akhir pekan kemarin, seraya menjelaskan tujuan kedatangannya di Tolikara jelang PSU 17 Mei lalu.

Lukas membenarkan dalam kunjungannya itu mengajak masyarakat untuk mendukung salah satu calon petahana yang maju di Tolikara. Namun dukungannya sangat beralasan, karena calon petahana itu merupakan kader Partai Demokrat yang dipimpinnnya.

“Saat saya tiba di kampung (Kanggime) masyarakat tanya apakah bapak Gubernur mau maju, saya katakan iya. Lalu mereka berkomitmen mendukung saya untuk maju sebagai Gubernur periode dua. Lalu selanjutnya saya katakan dukung Usman Wanimbo (calon bupati petahan),” jelas dia.

Sebelumnya, Calon Bupati Tolikara Amos Yikwa mengadu ke Komisi II DPR RI melaporkan pelaksanaan PSU Tolikara ke Komisi II DPR RI dengan membawa bukti dugaan keterlibatan Gubernur Papua Lukas Enembe berkampanye di hari tenang.

Gubernur Lukas juga dituding mengarahkan masyarakat untuk memilik Paslon Cabup nomor urut 1. Tepatnya pada tanggal 14 Mei, atau tiga hari jelang PSU.

Tidak hanya mengadu ke Komisi II, Amos juga mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggugat hasil PSU 18 distrik 17 Mei lalu di Tolikara. Mereka juga membawa bukti berupa video berisi rekaman yang diduga kecurangan petugas. (Erwin)