Wali Kota Jayapura BTM Raih Penghargaan COE Pengadan Barang/Jasa

0
76
Kepala BPJ Kota Jayapura, Matias Benoni Mano, S.Par, M.KP (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Walikota Jayapura, Dr, Drs, Benhur Tomi Mano, MM. menerima penghargaan pertama dalam masa kepemimpinannya dalam periode kedua setelah dilantik  22 Mei 2017.

Kepala Badan Pelayanan Barang dan Jasa, (BPBJ) Kota Jayapura, Matias Mano, menjelaskan, Penghargaan nasional yang diterima adalah penghargaan terhadap pencapaian Center of Exellent (CoE) dlm bidang pengadaan barang/jasa oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Jayapura.

“Pengahargaan ini berarti menjadi Pemerintah Daerah yg pertama di indonesia diantara 44 ULP Percontohan yg ada di Indonesia. CoE pengadaan tersebut merupakan adalah tujuan akhir Program Modernisasi Pengadaan yang digagas oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) bersama Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) merupakan lembaga donor dari AS yg khusus bergerak dalam pengadaan,” jelas Matias kepada humas kota jayapura, Rabu (24/05/2017) pekan lalu.

Menurutnya, ULP di indonesia ada kurang lebih sekitar 600 ULP. Untuk mempermudah jangkauan pelayanan maka LKPP bersama MCAI mencari dan menyiapkan beberapa ULP di indonesia untuk dijadikan sebagai Pilot Project ULP Percontohan di indonesia. Maka terpilihlah 44 ULP di indonesia dan salah satunya adalah Kota Jayapura.

“Utuk menjadi ULP Percotohan harus ikut Program Modernisasi Pengadaan dengan memenuhi empat kriteria utama yaitu kelembagaan,Manajemen, Operasional dan Personil,” paparnya.

Dikatakan, apabila ke empat unsur tersebut tersebut telah dipenuhi maka akan mendapat predikat Center of Exllent (CoE) dan empat unsur utama diatas terbagi atas 22 sub indikator yang harus dipenuhi sebagai kriteria untuk mencapai CoE. Dan BPBJ kota Jayapura telah lengkap 100% pencapaiannya.

“Menjadi CoE artinya ULP  bukan hanya melakukan proses lelang saja namun juga berperan aktif dalam melaksanakan pelayanan, pembinaan dan pengembangan pengaadaan barang dan jasa pemerintah mulai dari Perencanaan Pengadaan, Pemilihan Penyedia, Manajemen Kontrak hingga Manajemen Asset,” papar Matias.

“Kunci keberhasilan menjadi ULP yang CoE adalah, dukungan dan komitmem kepala daerah, Kerjasama tim yang solid serta paham atas tujuan dan manfaat program, Fokus pada pencapaian target ptogram, Komunikasi yang efektif dan transparan. Dengan demikian harapan program modernisasi untuk menyiapkan ULP bagi pilot project percontohan dapat terpenuhi,” ujar Mano.

Sementara itu, Direktur Program Modernisasi Pengadaan MCAI-Indonesia Firman Dharmawan mengatakan, pemerintah Indonesia pada 2011 telah melakukan penandatanganan komprehensif dengan pemerintah Amerika Serikat.

“Ada tiga program yang disepakati, yaitu program pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kesehatan, dan program modernisasi kota Jayapura menjadi yang pertama mencapai CoE dalam program ULP percontohan dari 44. Program ini akan berakhir April 2018,” kata Firman. (***)