Sekolah Dipalang, Pelajar SD Onomi Flavouw Terpaksa Belajar di Gereja

Category: Lintas Papua, Pendidikan 9 0
Siswa Siswi SD YPK Onomi Flafouw Sentani sedang beraktivitas belajar di Gereja GKI Onomi Flafouw Sentani. (Berto /Harian Pagi Papua)

SENTANI  (LINTAS PAPUA)Akibat Sekolah Dasar (SD) YPK Onomi  Flafouw di Palang oleh pemilik tanah, sejak tanggal 12 mei hingga kemarin baru saja di buka terhitung selama 21 hari.

Selama dua minggu lamanya pemalangan di lakukan demi keselamatan siswa siswi, pihak guru,Dinas Pendidikan dan Pihak Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) mengalihkan Proses Belajar Mengajar (PBM) di gedung gereja GKI Onomi Flafouw Distrik Sentani. Ungkap Kepala Sekolah SD YPK Onomi Flavouw, Anace Aibekob.M.Pd.  saat di temui wartawan di depan Gedung Gereja. Senin (30/5)

“Kami pihak sekolah menyerahkan hal ini kepada Dinas Terkait untuk menanganinya, sangat disayangkan siswa siswi ini hampir 2 minggu belajar dengan posisi berdiri ada yang melantai, kami sebagai guru guru sangat sedih melihat hal ini”ini anak anak kami semua, ungkap Kepala sekolah dengan nada sedih.

Setelah Kordinasi yang dilakukan oleh pihak,  Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, gereja, YPK dan DPRD dengan Pihak pemilik tanah maka proses PBM sudah bisa berjalan dengan baik di gedung sekolah SD YPK Onomi. Kata Kepsek.

Baca Juga :  Aksi Demo Koalisi  Meminta Kejaksaan Seriusi Kasus Bupati Biak

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari pihaak pihak berwajib, begitu juga bapak Ketua DPRD Kabupaten Jayapura yang hari ini turun langsung memediasi dengan pihak pemilik tanah sehingga gedung sekolah yang di palang sudah di buka aktivitas KBM bisa berjalan besok (hari ini)” katanya.

Sementara itu. Kepala UPTD Sentani Dinas P & P Kabupaten Jayapura. Amelia Ibo.S,Pd.M,Pd menambahkan. Demi kenyamanan proses KBM anak anak kita kami harap pihak adat atau pihak yang memalang agar tidak berulang lagi melakukan hal semacam ini karena dapat merugikan anak anak kita yang menimbah ilmu di sekolah ini.

Suasana Belajar Dalam Gereja

“Kami pihak Dinas meminta agar jangan terjadi hal yang sama di wilayah lain akibat sekolah dipalang anak anak menjadi korban, kami sangat berterima kasih kepada Bupati Kabupaten Jayapura dan Ketua DPRD atas tindakan mereka sehingga hari ini (Kemarin.red)Gedung sekolah yang dipalang sudah dibuka kembali oleh pihak pemilik” tambahnya.

Brian Suebu, salah satu siswa kelas 4 SD ini saat di temui wartawan di sekolah dirinya berharap bisa kembali belajar seperti biasa di ruang kelas.

Baca Juga :  ASN Jayawijaya Demo Minta Bayar Insentif 2 Triwulan

“Kita disini berdiri ada yang duduk untuk menulis karena kursinya tinggi tidak sesuai dengan ukuran kita anak anak”  terang Brian Suebu. (Berto Tungkoye /Koran Harian Pagi Papua)

Related Articles