Pleno PSU Tolikara, Usman – Dinus Raih 73.205 Suara

Siap Maju Membangun Tolikara, Pasangan Cabup – Cawabup, Usman G. Wanimbo, SE.M.Si dan Dinus Wanimbo, S.Sos (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tolikara menggelar rekapitulasi suara hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) di kantor KPU Tolikara di Karubaga, dimana Pasangan calon Bupati Tolikara nomor urut 1, Usman G Wanimbo berhasil unggul atau menjadi pemenang dengan meraih sebanyak 73.205 suara. Rabu (24/5/2017),

Rekapitulasi suara ini, akhirnya berlangsung aman dan dinyatakan selesai pada tengah malam.  Pasangan calon Bupati Tolikara nomor urut 1, Usman G Wanimbo berhasil unggul atau menjadi pemenang dengan meraih sebanyak 73.205 suara.
Sementara itu, rivalnya paslon Bupati Tolikara nomor urut 3, John Tabo – Barnabas Weya hanya memperoleh 25.260 suara.

 

Sedangkan, paslon Bupati Tolikara nomor urut 2, Amos Yikwa – Robeka Enembe hanya meraih 1.439 suara saja.
KPU Papua telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Tolikara dari hasil PSU di 18 distrik di tuangkan dalam model d81-kwk ulg sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan yang merupakan bagian tidak  terpisahkan dari keputusan ini.
Namun,  saksi dari paslon Bupati Tolikara nomor  urut 2 dan 3 menolak untuk  menandatangani berita acara dengan alasan tidak puas dengan keputusan KPU Provinsi Papua tersebut.
Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy mempersilahkan bagi paslon lain yang keberatan dengan hasil pleno rekapitulasi suara dari hasil PSU pada 18 distrik di Kabupaten Tolikara tersebut.
“Itu  hak mereka. Jika tidak mau tanda tangan nanti itu jadi catatan di MK,”  kata Adam Arisoy.
Pleno rekapitulasi penghitungan suara 18 distrik dari pagi hingga tengah  malam berjalan lancar dan aman.
” Saya pikir itu bagian dari proses, tapi berita acara itu harus ditanda tangani karena yang diminta itukan prosesnya. Artinya bahwa di dalam  proses itukan hasilnya,” ujar Adam Arisoy.
Dijelaskannya,  untuk melakukan proses lewat  DA 1kwk dan DB 1kwk yang harus ditandatangani. “Tapi yang  bersangkutan tidak mau tandatangani juga  tidak apa apa.  Kan tadi juga sudah disampaikan bahwa semua proses ini mereka punya catatan dalam keberatan tapi  kami juga punya catatan dalam  melaporkan itu ke Mk.  Dan itu nanti akan dikembalikan kepada mereka di sidang nanti di MK,” ujar Adam Arisoy.
Lebih lanjut, jika hakim menanyakan itu,  berarti dia harus menjawab bahwa itu terjadi dalam rekapitulasi yang sudah disampaikan tapi mereka tidak mau tandatangan.
“Nanti itu MK yang menilai tapi  kita bersyukur karena proses ini bisa berjalan satu hari dengan aman dan lancar walaupun kemarin sempat tertunda sehari dikarenakan ada kendala yang mengharuskan kami untuk menunda pleno,” ujar Adam Arisoy.
Ia mengaku bersyukur jika PSU di Kabupaten Tolikara itu sudah bisa dilalui hingga proses ini sampai dengan penyerahan SK.
“Tapi intinya,  secara sah hasil pleno ini menetapkan paslon nomor urut 1 yang unggul dengan perolehan suara sebanyak 73.205.   Nomor urut 2  dengan  perolehan suara sebanyak 1.439 dan paslon nomor urut 3 dengan perolehan suara 25.26o suara. Nah hasil ini nanti kami akan sampaikan untuk diperiksa ulang oleh MK. Apakah proser yang telah dilakukan benar atau tidak,” ujar Adam Arisoy menutup hasil pleno itu. (***)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...