Ketua PWNU Papua Ajak Umat Islam Tidak Terprovokasi

Category: Lintas Papua, POLHUKAM 33 2
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua, Dr.H.Toni Wanggai, MA, saat diwawancara. (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LIINTAS  PAPUA)  – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua, Dr.H.Toni Wanggai, MA. Mengajak umat  Islam Kota Jayapura untuk tidak terprovokasi dengan berbagai aksi dan isu – isu pembakaran dan penyerangan hingga apapun yang menyesatkan, tetapi percayakan semua kepada aparat keamanan.

 

Hal ini disampaikan  Dr.H.Toni Wanggai,, sekaligus ,menjelaskan, bahwa  pertemuan Walikota Jayapura, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen George Supit, Kapolda Papua, Irjel Pol. Boy Rafly Amar, FKUB, Ormas Agama da Tokoh Adat serta  seluruh elemen masyarakat Kota adalah menyikapi bersama kondisi Kota Jayapura.

“ Menyikapi kasus “isu pembakaran kitab suci” di Padang Bulan Kota Jayapura, telah dijelaskan Pangdam dan Kapolda bahwa haal tersebut Bukan kitab suci yang dibakar tapi buku – buku  agama  dan  tidak ada unsur kesengajaan,” ujar Toni Wanggai, Jumat  (26/5/2017)

Dikatakan, bahwa sesuai penjelasan dari pihak keamanan, bahwa pelaku pembakaran buku-  buku agama akan diproses hukum secara transparan.

“Sehingga masyarakat tidak perlu main hakim sendiri, karena persoalan akan makin meluas  merugikan kita semua.,” pesannya.

Baca Juga :  Anak Jalanan Siap Terima Pengobatan dan Pembinaan di GKI Pengharapan

Dirinya mengajak, kepada para pemimpin agama perlu memberi kesejukan kepada umatnya.

Ditambhakan, kepad umat Muslim untuk tetap tenanhg dan tidak terpengaruh dengan isu – isu penyerangan atau pembakaran masjid.

“Mari teman – teman untuk kita lebih bijak tenang , apalagi kita sambut bukan Suci Ramadhan,” pesanya.

Dengan menyambut bulan suci Ramadhan, dirnya mengajak, untuk  mensucikan jiwa kita  dan tidak terprovokasi dengan isu – isu yang menyesatkan.

“Setiap ada persoalan dikomuniksi dengan  pemimpoin agama Islam, sehinga para pemimpin agama Islam akan membangn komunikasi dengan FKUB dan Lintas  agama  agar bisa meredam dan tidak meluas,” pesannya.

Dirinya berharap, jangan saling balas – balas, tentunya akan rugi, menang jadi abu dan kalah jadi arang,

“Bulan suci ramadhan dan kenaikan isa almasih, bisa damai untuk kota jayapura,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua, Dr.H.Toni Wanggai, MA.

 

Dirinya menuturkan, Pembangunan bila aman dan rukun tentunuya bisa menjadi  kota yang maju mandiri dan berbasis kearifan lokakl, sesuai visi misi Wali Kota Jayapura, demikian ita juga mendukung program Gubernur Papua, yang baangkit mandiri untuk kemajuan Papua. (Dhoto)

Tags:

Related Articles