HUT 37 Tahun Perspustakaan di Papua Dimeriahkan Lomba Bercerita

Category: Lintas Papua, Pendidikan 11 0
Suasana Kegiatan Lomba Berderita Tingkat Sekolah Dasar (Elsye Sanyi /Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Perspustakaan ke-37, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua menyelenggarakan lomba bercerita dan beberapa rangkaian perlombaan lainnya untuk memeriahkan perayaan HUT Perpustakaan di tahun 2017.

 

Ketua Pantia Pelaksana lomba,  sekaligus Pustakawan Muda di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua , Agustina Leny Medelu melaporkan sebanyak 25 siswa kelas II hingga IV Sekolah Dasar (SD) dari Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura mengikuti lomba minat baca atau lomba bercerita yang digelar di Kantor Perspustakaan dan Arsip Daerah, Rabu (17/5/2017).

 

“Tujuan dari diadakannya Lomba Minat Baca (lomba bercerita) bagi siswa SD/MI tingkat provinsi Papua Tahun 2017 ini adalah untuk menumbuh kembangkan budaya gemar membaca melalui media, serta mengembangkan kecintaan anak-anak untuk budaya daerah dan nasional,” ujar Agustina.

 

Menurut Agustina, yang mengikuti lomba minat baca ada sebanyak 26 peserta, tetapi satu siswa mengundurkan diri karena sakit. Jadi total yang mengikuti lomba minat baca  berjumlah 25 peserta. “Tadi gurunya melapor bahwa siswanya sakit jadi tidak bisa diikut sertakan dalam lomba ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Inilah Jawaban Ketidakhadiran Gubernur Saat Menteri ke Papua

 

Lanjutnya, Dinas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyurati pihaknya untuk melaksanakan kegiatan lomba minat baca yang dimulai pada 17-18 Mei 2017.

“Kami bekerja sama dengan Perpusnas, dengan dana APBD. Mereka menyurati kami untuk menyelenggarakan beberapa lomba seperti, lomba minat baca tingkat SD/ MI, lomba perpustakaan tingkat SMA/SMK, lomba perpustakaan umum, dan lomba pustakawan berprestasi yang diadakan di Provinsi Papua, setelah itu nanti pemenang juara I lomba tersebut akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti lomba bercerita di tingkat nasional,” terangnya.

 

Agustina menambahkan pihaknya telah menyurati pedoman dari Perpusnas ke berbagai daerah seperti Wamena dan Biak, tetapi diakuinya sampai saat ini belum ada jawaban balasan dari mereka di daerah-daerah.

Agustina berharap dengan adanya lomba ini, kedepannya dapat meningkatnya jumlah peminat lomba bercerita dari peserta tahun ini.

“Jadi kedepannya kami berharap dari daerah bisa ikut perlombaan di Jayapura, kami juga tidak tahu mungkin ada kendala yang dihadapi ka?,” imbuhnya.

 

Sementara itu, salah satu peserta lomba minat baca atau bercerita, siswwa kelas IV asal SD YPK Gembala Baik, Ruby D.T. Nababan mengatakan kepada HPP bahwa ini merupakan lomba bercerita pertama yang diikutinya mewakili teman-teman dari sekolahnya, sehingga Ruby rutin mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh ibu guru di sekolahnya sebanyak dua kali dalam satu hari, selama dua minggu.

Baca Juga :  Akses Informasi di Lanny Jaya Terkendala Jaringan

“Pertama-tama saya agak gugup sekali untuk mengikuti lomba ini, tetapi sejak saya melakukan latihan-latihan yang diberikan oleh guru saya, sekarang saya merasa lebih percaya diri lagi,” pungkas Ruby.

 

Dengan judul cerita ‘Kisah Soi Sro dari Lembah Maribu’, Ruby berharap dirinya bisa lolos dan mengikuti lomba bercerita di tingkat nasional yang akan di gelar di Jakarta.

Selain itu juga, Ruby ingin mengajak semua teman sebayanya untuk mempunyai minat untuk membaca buku serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi agar bisa tampil maksimal di depan juri dan kepada masyarakat umum. Adapun durasi cerita selama 15 menit dan sesi tanya jawab 5 menit bagi tiap peserta. (Elsye Sanyi /Harian Pagi Papua)

Related Articles