Walikota Akan Pecat Lurah, Jika Tidak Aktifkan Siskamling

Category: Lintas Papua, POLHUKAM 13 0
Walikota Jayapura dengan baju majelis jemaat GKI Pniel Kotaraja Kota Jayapura (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano mengancam akan memecat langsung Lurah yang ada di Kota Jayapura jika tidak mengaktifkan Siskamling.

 

Hal ini disampaikan terkait semakin meningkatnya kasus kriminalitas yang terjadi di Kota Jayapura, serta berbagai upaya yang dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarkat.

 

BTM menerangkan pengaktifan siskamling pada setiap kelurahan akan mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Jayapura. Hal tersebut dikatakanya pada acara Coffee Morning, di Hotel Sahid, Rabu (24/5/2017).

“Catat nomor saya, kalau ada lurah yang tidak mengaktifkan siskamling di RT/RW di wilayahnya, lapor saya. Saya pecat langsung,” ucap BTM.

 

Lanjutnya, masyarakat di Kota Jayapura merasa tidak aman dan nyaman untuk melakukan aktifitas sehari-hari, dikarenakan aksi pencurian disertai kekerasan dan pembunuhan yang terjadi di Kota Jayapura akhir-akhir ini.

 

Dirinya menghimbau, kepada seluruh kepala kelurahan yang ada di Kota Jayapura, untuk segera mengaktifkan siskamling di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga :  Selama Liburan, BTM Gunakan Dengar Keluhan Warga Kota

 

Ditambahkan, pihaknya juga akan meminta aparat keamanan untuk mengaktifkan kembali operasi Garnisun di malam hari.

“Kalau boleh kasih efek jera jika pelaku kejahatan telah membahayakan nyawa petugas keamanan dan warga. Bila perlu timbak di kaki saja. Kita basmi pelaku kejahatan yang ada di Kota Jayapura. Saya tidak takut. Saya hadir demi keamanan dn kenyamanan rakyat saya,” paparnya

Dijelaskan BTM, dirinya hadir bukan hanya untuk orang Port Numbay saja, tetapi BTM hadir untuk semua suku bangsa di kota ini, sebagai rumah kita bersama.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat setempat untuk mendeteksi dini paham radikal dan tindakan kriminal lainnya.

 

Untuk itu, Pemkot akan membangun 12 Pos TNI/Polri di wilayah Kota Jayapura. Pegamanan bukan saja di dalam kota, tetapi juga di wilayah perairan atau laut, meningat semakin meningkatnya jumlah populasi masyarakat di Kota Jayapura. (Elsye Sanyi Harian Pagi Papua )

Related Articles