Melihat Ketersediaan Sembako Jelang Ramadhan di Wamena

Category: Ekonomi, Lintas Papua 30 0
Salah Seorang Warga Masyarakat Ketika Membeli Bawang Putih Di PAsar Tradisional Mama-Mama Papua Di Potikelek Wamena. (

WAMENA (LINTAS PAPUA )  –   Koordinator Pedagang Pasar Potikel Wamena, H. Yayan  mengatakan, bahwa kenaikan Harga Bahan Pokok yang ada di Pasaran hanya terjadi pada Telur Ayam dan Bawang Putih, terutama menjelang  bulan Ramadhan 1438 H,  di Pasar Tradisinal Mama-Mama Papua Potikelek Wamena, Kamis (25/5/2017).

 

Dijelaskan, untuk bawang putih yang sebelumnya di jual dengan haraga 70 ribu rupiah mengalami kenaikan hingga 90 ribu rupiah per kilo, begitu halnya dengan haraga telur ayam yang sebelumnya dijual untuk satu rak dengan harga Rp 70 ribu  telah mengalami kenaikan harga hingga Rp. 85 ribu untuk satu raknya.
Dikatakan, dirinya belum mengatahui dengan pasti tentang kenaikan harga untuk bawang putih, namun dari pemberitaan yang ada, telah terjadi penimbunan, sehingga daerah mengalami dampak kenaikan harga yang cukup tinggi.
Lebih jauh dikatakan, ketersediaan stok Telur di sempat pengalami penurunan, namun hal itu sudah dapat diatasi karena stok telur dari pusat sudah masuk ke Jayapura, sehingga kebutuhan akan telur di Jayawijaya dapat dipertahankan.
“Kalau untuk Bawang putih, memang hingga saat ini berkurang karena sebelumnya kita bisa ambil 500 kilo, sekarang hanya dapat 100 kilo saja, dan itu hanya bisa bertahan selama satu minggu, jadi kalau Jayapura da stok maka di Jayawijaya juga terpenuhi,” ungkap H. Yayan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Jayawijaya yang diwakili Plt. Karel Tehupuring membenarkan adanya kenaikan harga bawang putih dan telur ayam di Kabupaten Jayawijaya, dimana untuk satuan harga per raknya mencapai 80 ribu dan untuk bawang putih mencapai 90 ribu per kilo.
Dijaelaskan, terkait adanya kenaikan harga telur dan bawang putih, maka pemerintah Jayawijaya akan mencoba menyikapi secara serius gejala kenaikan bawang putih dan telur ayam.
“Kami akan berhubungan langsung dengan suplayer atau titik pengiriaman dan jalur distribusi dan kami memastikan bahwa lancer sampai ke Wamena dan kami juga akan mengawasi distribusi dan penjualan sampai tingkat enceran,” ungkap Karel saat ditemui di Wamena, Jumat (26/5/2017).
Dijelaskan,  bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap jalur distribusi di Kabupaten Jayawijaya, serta pihaknya akan melakukan pengendalian gudang penampungan di setiap suplayer dan memastikan stok yang beredar tidak kurang.
Terkait kenaikan harga bapok yang lain di Jayawijaya, Karel menjelaskan bahwa sampai saat ini harga Bapok untuk masyarakat aman sampai 3 bulan kedepan dan untuk animo masyarakat saat ini belum relative tinggi yang dikarenakan adanya lajunya inflasi dan perputaran uang di Kabupaten Jayawijaya. (Ema)

Baca Juga :  KPU Jayawijaya Memulai Tahapan Pelaksanaan Pilkada 2018

Related Articles