Pejabat Tolikara Diminta Tak Buat Pernyataan Sebelum Pleno KPU

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Tokoh Masyarakat Tolikara, Pdt. Timotius Wakur, S.Th., meminta kepada pejabat publik atau elit politik hingga pasangan calon tidak membuat statment atau pernyataan kemenangan sebelum adanya pleno rekapitulasi dari KPU Papua.

 

“Kami mendengar  adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Bupati Tolikara dan ini terlalu prematur, karena belum ada rekapitulasi  dan belum ada pengumuman dari KPU Papua,” ujar Timotius Wakur, saat dikonfirmasi media, Selasa (23/5).

Dijelaskan, bahwa hingga kini belum ada hasilnya, sehingga jangan buat statment atau pernyataan yang keliru, disisi lain bahwa masyarakat sudah memalang dan menduduki kantor KPU di Tolikara.

“Belum ada pengumuman oleh KPU Papua dan Bawaslu, karena ada pelanggaran yang dilakukan , dimana pelanggaran jauh lebih jahat, sebagaimana Bawaslu dan Gakumdu juga telah melihat langsung,” katanya.

Timotius Wakur  menegaska, bahwa  semua masyarakat menunggu rekapan hari ini dan besok, hingga nantinya hari Kamis tanggal 25 Mei 2017 baru akan diplenokan.

“Kita juga harus melihat karena Panwas dan Gakumdu telah merekomendasikan, agar yang bermasalah dipisahkan dan hasil murni di pisahkan,” katanya.

Dirinya menyampaikan, bahwa fakta dilpaangan baanyaak terjadi hal – hal yaang tidak diinginkan, misalnyaa masalah kotak suarta hingga pelanggara fisik laainnya.

“Sebab itu, Pleno tidak bisa di Papua dan harus kembali ke MK dan MK akan memutuskan apakah daerah pelangaran masih bisa PSU atau sudah cukup, jadi kepetusan terakhir dari MK, sebagaaimana PSU juga sesuai perintah Mahkamah Konstisi,” ungkapnya.

Ketia=ka ditanyasituasi terakhir, Tokoh Masyarakat ini mengatakan, bahwa massa dari masyarakat yang hak politiknya dilanggar oleh pejabat publik, yakni meminta KPU Papua dan meminta KPU Papua untuk pleno dan rekapitulasi di Kantor KPU di Tolikara.

“Sikap ini jelas, agar supaya situasi jangan dibuat panas dengan media massa dan terutama pejabat publik jangan buat panas, harus menunggu rekapan dari KPU Papua,” tandasnya. (***)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...