Resiko ASN Bermain Politik, BTM – HARUS siap “Bersih-Bersih” Birokrasi

Category: Lintas Papua 17 0
Wali kota Jayapura, DR, Drs Benhur Tomi Mano, MM (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Setelah dilantik resmi sebagai piimpinan daerah, maka Dalam mewujudkan visi dan misi selama lima tahun kedepan, Wali kota Jayapura terpilih Benhur Tommy Mano (BTM) mengaku sangat membutuhkan staf dan bawahan yang loyal serta mau bekerja tulus membangun negeri ini.

 

Oleh karenanya, sehari setelah resmi dilantik sebagai Wali kota Jayapua, ia mengaku bakal “bersih-bersih” birokrasi mulai dari pejabat Eselon II, III dan IV.

“Saya kemarin sudah melapor ke Mendagri khusus untuk Kota Jayapura, kita minta waktu dua minggu sudah langsung melakukan pergantian pejabat Eselon II, III dan IV. Sebenarya menurut aturan 6 bulan untungnya kita dapat pengkhususan. Sehingga setelah dilantik saya akan bereskan masalah ini sebab saya mau kerja, kerja dan kerja,”  ujar erang Tommy di kediamannya, Sabtu sore (20/5/2017).

 

Menurut  Tommy Mano,  pembersihan birokrasi juga bukan tanpa alasan. Sebab dalam Pilkada Kota Jayapura beberapa lalu,  ia mendapati sejumlah pejabat di Kota Jayapura “bermain” politik, sehingga yang bersangkutan mesti berhadapan dengan resiko yang harus diterimanya.

Baca Juga :  Ujian Nasional 2018 Paket A, B dan C di Kota Jayapura Berbasis Online

Ketika ditanya,  apakah ada kepala SKPD di Kota Jayapura yang berpihak kepada salah satu pasangan calon? , dirinya menjawab  ada melihatya begitu. Bahkan ada yang merupakan anak-anak asli Port Numbay.

“Sebenarnya saya mau Kepala SKPD agar lebih fokus pada pelayanan dan tak berpolitik saat Pilkada Kota Jayapura kemarin. Saya mau kerja, kerja dan kerja serta tulus hatinya membangun daerah,” katanya.

 

Diakui,  dirinya sudah sampaikan hal ini dalam pertemuan dan rekonsiliasi bersama Ketua LMA Jayapura, beberapa waktu lalu.

“Saya tidak butuh orang-orang yang munafik pada saya. Saya ingin mereka gentleman atau bersikap sebagai seorang kesatria,” cetusnya.

Meski begitu, Tommy mengaku tak sakit hati dengan sikap para stafnya yang “bermuka dua” tersebut. Sebaliknya, ia akan menunjukan kasih yang sejati kepada mereka.

Namun bukan kasih dalam bentuk mengampuni, tetapi menegur dan mengajar supaya mereka mengakui kesalahan dan perbuatan untuk selanjutnya diperbaiki pada masa mendatang.

 

“Tentunya kasih yang akan saya beri itu jangan sampai yang bersangkutan salah lalu dilindungi. itu bukan kasih.Sehingga kasih yang sebenarnya adalah kita mesti menegur supaya yang bersangkutan tau kesalahannya.

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Gelar Rakerda Bahas Program Kerja

“Karena kalau didiamkan berarti kita membiarkan seseorang berbuat kesalahan. Kasih sesungguhnya itu adalah menegur. Dan saya berjaji akan memberikan kasih kepada mereka yang kemarin membenci saya dengan melakukan non job. Itu kasih,” tuntasnya(Erwin/Jopen/Dhoto)

Related Articles