Dinas Kebudayaan Papua Dorong Kurikulum Wilayah Adat

Category: Lintas Papua, Pendidikan 6 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, telah menggelar Seminar “Kajian Pengembangan Kurikulum di Lima Wilayah Adat Papua” yang mengusung motto “Dengan Kegiatan Kajian Bahasa Ibu, Kita Pertahankan Jati Diri Orang Papua” di Kota Merauke (20/5/2017).

 

Sesuai dengan tema, hadir dalam acara tersebut para pelaku dunia pendidikan, yakni Guru SD, SMP, SMA, PKBM, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Vonny, Asisten III Setda Merauke, Gregorius Tuantana  dan pemerhati pendidikan.

 

Pemateri yang hadir ialah Praktisi Pendidikan yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pendidikan ACDP, Muhammad Yusuf, Communication Spesialis SIL, Hans Imbiri dan Plt. Kepala Bidang Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Aloysius Navurbenan.

 

Seminar yang berlangsung sehari itu, membahas berbagai realita persoalan terkait dengan bahasa ibu dan kekhawatiran akan terjadinya degradasi bahasa bahkan hingga kepunahan bahasa serta bagaimana mengintegrasikan pendidikan multi bahasa berbasis bahasa ibu ke dalam kurikulum pendidikan.

 

“Bahasa ibu maupun seni budaya mengarah pada muatan lokal dengan harapan kekayaan budaya ini tetap bisa dipertahankan, dilestarikan. Setelah kajian akan diikuti dengan workshop penyusunan kurikulum,” kata Aloysius Navurbenan, saat dikonfirmasi, Sabtu (20/5/2017).

Baca Juga :  KPU Papua Sesalkan Penyerangan Kantor KPUD Puncak Jaya

 

Sementara itu, Asisten III Setda Merauke, Gregorius Tuantana menyambut baik adanya seminar tersebut.

 

“Diharapkan kajian kebudayaan khususnya bahasa ibu akan membantu pemerintah maupun masyarakat umumnya menata pengembangan papua kedepan khususnya warisan budaya papua dalam era otonomi khusus saat ini,”  katanya.

 

Di Kabupaten Merauke sendiri telah diterapkan pelajaran dengan muatan lokal di sekolah, namun kajian mengenai bahasa ibu dirasa perlu mendapatkan penguatan.

 

Seminar ini pun menghasilkan sejumlah rekomendasi, diantaranya penguatan penggunaan bahasa ibu dalam kurikulum sekolah dengan regulasi serta komitmen peranan guru dalam pelestarian bahasa daerah/ bahasa ibu. (Yulika)

Related Articles