Kapolda dan Gubernur Papua Diminta Sikapi Masalah Pembunuhan Warga

Category: Lintas Papua, Sosial Masyarakat 14 0
Suasana saat jumpa pers (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Masalah kekerasan hingga pembunuhan di Kota Jayapura semakin marak hingga tiga sampai empat kasus, sehingga Kapolda Papua dan Gubernur Papua diminta tanggap dan bisa turun menyikapi masalah tersebut.

 

Hal ini disampaikan berbagai komponen pemuda menyikapi masalah sosial hingga kerawanan dampak pembunuhan berujung dengan konflik antar suku di Kota Jayapura, di Abepura, Minggu (21/5/2017).

 

Anggota Tim Terpadu Pelanggaran HAM Papua, Yan Christian Arebo, SH, MH., mengatakan, sudha saat nya Pemerintah tanggap dan sigap dengan situasi sosial yang dialami masayarakat Kota Jayapura, yang mana adanya keresahan akibat pembunuhan yang terjadi.

“Kepada Kapolda dan Gubernur Papua jangan menunggu adanya korban berjatuhan baru mau turun, sebab keresahan ini juga ditakutkan dengan adanya konfolik antar suku dan bisa berdampak banyak korban berikutnya,” katanya.

Dikatakan,  perlu ada sikap tegas untuk memanggil paguyuban dan semua semua paguyuban, sehingga ada kejelasan dan semua duduk berbicara unutuk kedamaian dan bagaimana menyelesaikan masalah yang terjadi.

“Janngan sampai hal – hal dilapangan justru salah informasi dan menjadi pemicu konflik antar suku – suku dan tidak harmonis lagi,” katanya.

Dirinya menilai, belum ada sikap tegas dari Gubernur Papua, sebab janngan semua tugas ini hanya menjadi perhatiain keamanan saja, namun harus bisa turun dan mengajak semua diskusi menyelesaikan masalah ini.

“Mau keluar malam saja kita sudah takut, bahkan biasa duduk sampai tengah malam, sudah jadi takut,” akuinya.

Baca Juga :  Media Gathering KPU Papua Mendorong Pemberitaan Harus Netral

Sementara itu, Perwakilan Pemuda Maluku, Rangga, Boy dan Markus ketiganya bersepakat, agar pihak kemanan segera mengungkap pelaku dan menindak tegas semua pelaku kekerasan dan pembunuhan yang telah meresahkan warga masyarakat.

“Seharusnya Polda Papua bisa mengungkap pelaku dengan cepat, sehingga bisa memberikan rasa aman kepada warga masyarakat Kota Jayapura,” katanya.

 

Sementara itu, Anggota Pemuda Adat Papua, Otniel Deda berharap, polisi bisa  menelusuri dengan baik siapa aktor – aktor kejahatan dibaliksemua kejadian yang telah merasahkan warga.

“Disayangkan, karena kejadian sampai tiga empat kasus dalam sebulan dan tentunya harus dilihjat jelas motifnya apa dan siapa yang harus bertangunnggjawab,” katanya.

 

Otniel Deda menuturkan, bahwa Polda Papua harus bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kalau bisa langsung turun ke Polsek – Polsek atau pos – pos terdekat untuk segera pertegas  penyelesaian masalah, termasuk pendekatan kepada pihak keluarga,” katanya.

Ditegaskan, bahwa jangan lambat, karena akan menyebar dalam konflik SARA, karena  Papua dalam konteks NKRI jangan sampai ternodai dan dikacaukan.

 

“Papua adalah rumah kita bersama, maka marilah kita menjaga bersama,” ajaknya.

Ketua GAPENTA Papua ini mengajak semua warga kita menjaga nilai – nilai kebangsaan, terutama menjelang moment politik Gubernur Papua, Legislatif dan lainya, jaga keamanan bersama.

 

Senada dengan itu, Perwakilan Pemuda Lapago Pegunungan Tengah Papua, Damius Kipka dan Soni Mewaru menuturkan, bahwa Papua zona tanah damai, sehingga kami mengecam pihak – pihak yang ingin memecahbela persatuan dan kesatuan jurnalis.

Baca Juga :  Jalan Trans Papua di Tolikara Masih Ditutup

Kami menghimbau, agar Kapolda dalam jabatan yang setara untuk memberikan kepastian hukum dan segera menciptakan kondisi yang aman bagi masyarakat.

“Semua elemen masyarakat untuk kita tunduk kepada kesbangpol untuk evaluasi organisasi – organisasi yang tidak jelas,” katanya.

Demikian, kata keduanya, agar Pangdam XVII.Cenderawasih juga melakukan mitra dengan kepolisian untukk kasus ini diselesaikan.

 

Ketua Caretaker KNPI Kota Jayapura, Marshel Morin. (Eveerth Joumilena /lintasPapua.com)

Sementara itu, Ketua KNPI Kota Jayapura, Marchel Morin meminta , kepada semua pihak dan semua tokokh agama dan kerukunan sertasemua lapisan masyarakat untuk bersama mengatasi masalah ini.

“Ini kereasahan bersama, sehingga masyarakat juga harus bisa menahan diri dan tidak terprovokai yng berujung aksi anarkhis,” sarannya.

Dikatakan, pihakmya mendukung kinerja kepolisian, sehingga aparat keamanan harus tindak tegaspelaku – pelaku kejahatan.

“Kami juga turut berduka dan memang sangat disesalkan dan disayangkan peristiwa ini, sehingga pentingnyaa jugaa masyarakat melakukan rekonsiliasi, sehingga kita hindari dampak yang tidak semestinya terjadi,” harapnya.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles