Jaga Keamanan, LMA Port Numbay Ajak Warga Batasi Keluar Malam

Category: Lintas Papua, POLHUKAM 18 0
Ketua LMA Port Numbay, George Awi (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Situasi Kota Jayapura yang terus disajikan denga berbagai aksi kekerasan dan kejahatan di malam hari dan selalu saja terjadi, hingga menghilangkan nyawa manusia, sehingga Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Port Numbay mengajak masyarakat untuk membatasi diri keluar larut malam.

 

Ajakan ini disampaikan Ketua LMA Port Numbay, George Awi, saat dikonfirmasi terkait situasi Kota Jayapura, sekaligus dirinya berpesan, agar pihak keamanan lebih berperan atas aksi – aksi yang meresahkan masyarakat.

“Kalau bicara keamanan, maka tanggungjawab pihak keamanan, demikian Kepolisian juga harus bisa evaluasi untuk lebih serius menindak tegas pelaku kejahatan,” katanya.

Dirinya berpesan, agar masyarakat  tidak sembarangan jalan malam, bahkan hindari jalur – jalur yang bisa berdampak buruk, demikian pihak kepolisian untuk selalu rutin melakukan patroli di dalam kota dan dipinggiran kota.

“Memang keamaan  harus lebih tingkatkan, demikian juga bersama masyarakat menjaga kondisi keamanan,” tuturnya.

Dirinya berharap, masyarakat juga dapatr mengaktifkan lingkungan – lingkungan untuk dijaga bersama.

Baca Juga :  Thomas Ondi Masih Ditahan, Polisi Butuh Keterangan Untuk Dua Tersangka Lain

Ketika ditanyakan terkait adanya pemasangan CCTV untuk di wilayah Kota Jayapura ini, dirinya menjawab, sangat setuju saja, sehingga bisa memantau lokasi  – lokasi publik dan bisa terhindar dari bahaya kejahatan.

LMA Port  Numbay  juga  berpendapat  bahwa  hingga  kini masih ada  daerah   rawan di Kota  Jayapura yang menjadi lokasi sering terjadinya tindak  kriminal.

Disampaikan, perlu ada satu    langkah konkrit dari pihak kepolisian untuk menekan angka kejahatan di Jayapura.

“Sekali lagi, kami setuju satu hal yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan lebih sering melakukan patroli, sebab selama ini banyak kasus dengan bentuk yang beragam dengan korbannya siapa saja,” tuturnya.

Diakui,  karena upaya pencegahan  yang memang masih kurang padahal dengan upaya     pencegahan   inilah   korban   terhindarkan.

“Saya setuju patroli lebih sering dilakukan karena selama ini bisa dibilang   program Polisi   dan   masyarakat kurang  berjalan  sehingga   curanmor,   pembunuhan bukan   menjadi   hal    baru,” katanya.

Dari kepemimpinan Kapolda baru ini Awi berharap semua hal yang terjadi di Jayapura sebagai  barometer   harus   dievaluasi.

Baca Juga :  Tonny Tesar - Frans Sanadi Ditetapkan Pimpin Kepulauan Yapen

“Saya  setuju   jika  pemerintah   perbanyak   CCTV   di  tengah   kota  karena akan sangat membantu dalam hal pemantauan dan pengungkapan pelaku kejahatan. Kalau pemerintah mau memasang maka kami akan mengampresiasi sebab saat ini masih ada     daerah  rawan yang sering terjadi kejahatan.  Saran kami jika sudah pukul  23.00 WIT  jika tak  penting sebaiknya jangan keluar. Kalaupun harus keluar sebaiknya tidak sendiri,”  tuturya berpesan.

Mantan Anggota Majelis Rakyat Papua ini menambahkan,  terkait adanya kepadatan penduduk yang kian bertambah adalah resiko pembangunan, namun pemerintah juga harus menata, demikian warga yang baru datang untuk melaporkan dirinya kepada pihak pemerintah terdekat. (Eveerth Joumilena)

Related Articles