DPR Papua Minta Penerimaan Mahasiswa Baru Prioritaskan Orang Asli Papua

Category: Lintas Papua, Pendidikan 11 0
Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Yolla Lokbere, saat diwawancarai di Abepura. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com:

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Lokbere meminta Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) agar dapat memprioritaskan orang asli Papua dan yang lahir besar Papua dalam penerimaan mahasiswa.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi masalah kesehatan dan pendidikan, sekaligus menyoroti adanya proses penerimaan yang masih saja terjadi ketidakadilan.

“Saya meerasakan dampak dari kebijakan panitia yang memilih orang tertentu untuk masuk perguruan tinggi, sebab saya menyuruh dua anak dalam rumah saya tes di Poltekes dan Universitas Cenderawasih, namun tidak diterima, namun setelah adanya catatan dan semua akhirnya di proses,” ujar Yakoba Lokbere, di Abepura, Selasa (16/5/2017).
Dirinya menilai, apa yang dialami adalah gambaran, bahwa panitia belum bertindak adil dalam menerima anak – anak Papua, apalagi sampai harus menerima catatan terlebih dahulu, sehingga bagaimana dengan yang lain yang tidak mempunya kemampuan apapun.
“Saya berharap panitia penerima bisa melihat semua ini dan memprioritaskan penerimaan untuk mereka yang lahir dan besar di Papua,” pesannya.
Dikatakan, bahwa hingga kini pihaknya terus memantau dari jahu dan menerima semua informasi, sehingga janganlah saling membedakan mahasiswa dari pegunungan dan pesisir, karena disinilah rumah mereka untuk mengenyam pendidikan.
“Saya kira perlu adanya skala prioritas untuk menerima orang asli Papua dan selanjutnya yang lahir besar Papua, “ pintanya.
Sementara itu, Unversitas Negeri Cenderawasih UNCEN menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berlangsung 16 Mei mendatang.

“Agar pelaksanaan berlangsung dengan baik dan lancar Panlok 94 Jayapura melakukan sosilaisasi bagi para pengawas ujian yang berlangsung di Auditorium Uncen Senin siang (15/05/2017) kemarin,” ujar Rektor Uncen, Dr Onesimus Sahuleka.

Dijelaskan, bahwa pertemuan yang di lakukan ini, dengan smeua pengawas untuk mensosisialisasikan cara-cara pengawasan yang di lakukan pada ujian SBMPTN.

 

Baca Juga :  KPU Tetapkan Dasinapa - Britay Pimpin Mamberamo Raya

Ujian SBMPTN kali ini dengan dua cara yakni lewat (CBT) Computer Best Test yang di ikuti hanya 120 peserta, itu yang dikasih oleh panitia pusat kepada kami di sub Panlok, kami bersyukur kepada Tuhan bahwa anak-anak kami yang mendaftar lewat CBT berjumlah 120.

Sedangkan lainnya Peper Best Test (PBT), tes tertulis dan itu di bagi per wilayah. Wilayah Jayapura 2.925 peserta, di luar daera seperti Biak, Serui, Timika, Nabire, Jayawijaya berjumlah 1.064 peserta, jadi jumlah keseluruhan peserta SBMPTN 4.109 peserta yang ada baik itu di Kota Jayapura maupun di luar Jayapura”, ungkap Rektor Uncen. (Eveerth Joumilena)

Related Articles